Kemenko PM Latih Ratusan Petani Mahir Digital di Al-Ittifaq

Petikhasil.id, BANDUNG— Ratusan petani, UMKM dan koperasi se-Jawa Barat dilatih untuk bisa memanfaatkan digitalisasi untuk menjawab tantangan pemasaran digital petani dan inefisiensi rantai pasok logistik antar-daerah.  

Gelaran tersebut dilaksanakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Selasa (4/11/2025). 

Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leon Alpha Edison, dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan intervensi konkret berdasarkan temuan “belanja masalah” Kemenko PM beberapa minggu sebelumnya.  

“Kami hadir hari ini untuk menjawab tantangan yang kami temukan langsung di lapangan. Pertama, kami melihat petani muda belum memiliki kemampuan mumpuni dalam pemasaran produk secara mandiri melalui platform digital. Kedua, kami menemukan masih langkanya koperasi yang bergerak sebagai offtaker di daerah masing-masing, sehingga terjadi inefisiensi dan biaya logistik yang tinggi, karena koperasi dari Garut atau Cianjur masih mengirim produknya ke sini,” ujar Leon.

Untuk menjawab dua tantangan tersebut, Kemenko PM menginisiasi dua pelatihan terfokus.  

“Solusi kami hadirkan secara spesifik. Pertama, ‘Pelatihan Berdaya Bersama’ yang dikhususkan untuk 100 petani muda dan UMKM. Kami hadirkan mentor-mentor terbaik dari Kementerian UMKM, DCT Agency, dan praktisi Content Creator untuk mengajari Digital Marketing dan cara membuat konten,” ungkapnya.

Berita Lainya: Dari Ibadah ke Inovasi, Petani Muda Indonesia Tanam Kurma Demi Masa Depan | Edukasi Pertanian untuk Anak: Cara Nabila Farm Melahirkan Generasi Petani Muda

Tujuannya agar para peserta mandiri dan mampu meningkatkan kelas. Kedua,lanjut Leon, pihaknya menggelar ‘Pelatihan Replikasi Model Rantai Pasok Lokal’ khusus untuk perwakilan koperasi dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. 

“Selama dua hari, kita akan ‘membedah’ model sukses Al-Ittifaq bersama narasumber dari Kementerian Koperasi dan Al-Ittifaq sendiri. Harapannya, Bapak/Ibu bisa mereplikasi model ini dan menjadi offtaker di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Leon menegaskan, Kemenko PM berupaya mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. 

“Tujuan akhirnya adalah memastikan intervensi pemerintah memberikan dampak langsung dan terukur terhadap agenda besar nasional, yakni pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.  

CEO Kopontren Al-Ittifaq, Irawan, menyambut baik inisiatif Kemenko PM yang menjadikan Al-Ittifaq sebagai pusat pelatihan dan replikasi model.

“Kami sangat terbuka dan berterima kasih atas kepercayaan Kemenko PM. Pelatihan ini sangat penting, tidak hanya untuk petani kami tetapi juga untuk rekan-rekan koperasi dari daerah lain,” ujar Irawan.

“Al-Ittifaq siap berbagi model bisnis yang telah kami jalankan agar bisa direplikasi. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem agribisnis pesantren secara nasional dan membantu petani kita naik kelas,” jelasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *