Petikhasil.id, MAJALENGKA — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat sektor peternakan terus berjalan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, pemerintah menyalurkan bantuan 50 ekor sapi perah kepada lima kelompok ternak di Kabupaten Majalengka.
Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin bersama Plt. Sekretaris Dinas dan tim Bidang Produksi Peternakan meninjau langsung kesiapan kelompok ternak penerima bantuan di Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran, Kamis (9/10/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kandang, serta sistem pakan di lapangan.
“Program ini bagian dari pengembangan kawasan sapi perah dan akselerasi peningkatan produksi susu di Jawa Barat,” tulis Linda dalam unggahan akun resmi @dkpp_jabar yang dikutip Petik Hasil, Jumat (10/10/2025).
Majalengka kini tengah diarahkan menjadi kawasan baru pengembangan sapi perah setelah selama ini sentra utama masih terpusat di Lembang dan Pangalengan. Bantuan dari Pemprov Jabar tak hanya berupa hewan ternak, tetapi juga sarana pendukung seperti pakan berkualitas dan sistem manajemen peternakan modern.
Berita Lainya: Susu A2 Jadi Tren Baru Peternak Sapi Perah di Jawa Barat | Mitos atau Fakta: Sapi Mendengarkan Musik Bisa Menghasilkan Susu Lebih Banyak?
Program ini sejalan dengan strategi DKPP Jabar dalam meningkatkan produktivitas susu segar lokal, sekaligus mendorong kesejahteraan peternak melalui penerapan sistem peternakan yang efisien dan berkelanjutan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Jawa Barat menjadi kontributor terbesar produksi susu nasional dengan total mencapai lebih dari 400 ribu ton per tahun, atau sekitar 40% dari total produksi susu Indonesia. Meski demikian, permintaan pasar domestik yang terus naik membuat program revitalisasi sapi perah menjadi langkah strategis.
Linda menegaskan, pengembangan ekosistem sapi perah harus dibangun dari hulu ke hilir, termasuk aspek pakan, kesehatan hewan, hingga akses pasar produk susu segar.
“Kami ingin memastikan peternak di Majalengka siap dan mandiri, tidak hanya menerima bantuan tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan usahanya,” ungkapnya.
DKPP Jawa Barat menargetkan kawasan sapi perah di Majalengka bisa mulai berproduksi optimal dalam dua tahun ke depan, sekaligus menjadi model percontohan integrasi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu.
Dengan langkah ini, Majalengka diharapkan tidak hanya menjadi daerah pertanian produktif, tetapi juga sentra baru susu segar Jawa Barat yang mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan petani-peternak.






