Petikhasil.id, BANDUNG — Di dunia botani, anggrek disebut bunga paling “pintar”. Cara ia berkembang biak dan beradaptasi membuat para ilmuwan terus mengaguminya hingga kini.
Secara ilmiah, keluarga Orchidaceae dikenal karena struktur bunganya yang sangat kompleks: kelopak menyerupai serangga untuk menarik penyerbuk, beberapa bahkan memancarkan aroma mirip feromon lebah. Fenomena ini disebut sebagai koevolusi, hubungan simbiosis antara tanaman dan hewan yang berevolusi bersama selama jutaan tahun.
Berita Lainya: Deretan Anggrek Termahal di Dunia, Nomor 4 Ternyata Asal Indonesia! | Jejak Panjang Anggrek, Bunga Nusantara yang Mendunia
Biji anggrek juga unik. Ukurannya sangat kecil dan tidak punya cadangan makanan, sehingga hanya bisa tumbuh jika bersimbiosis dengan jamur mikoriza. Hubungan ini memungkinkan anggrek menyerap nutrisi sejak awal kehidupan.
Keragaman genetika anggrek pun luar biasa. Ia bisa hidup di pepohonan, batu karst, bahkan tebing lembap dengan kondisi ekstrem. Karena itu, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut anggrek sebagai salah satu flora tropis paling adaptif di Indonesia.
Saat ini, BRIN bersama sejumlah universitas tengah mengembangkan varietas hibrida tahan panas dan penyakit, untuk menjaga produktivitas di tengah perubahan iklim.
Program ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara eksportir besar seperti Thailand dan Taiwan.






