Petikhasil.id, PALEMBANG — Selain terus mengupayakan predikat sebagai lumbung pangan nasional melalui produksi padi, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) kini mulai mendorong pengembangan sektor lain yang juga memiliki potensi ekonomi tinggi.
Salah satu yang akan didorong ke depan yaitu perikanan sejalan dengan minat investor untuk menanamkan modal dalam pengembangan sektor tersebut.
Plt Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Eko Agusrianto mengungkapkan pada 2026 mendatang prospek investasi di wilayah itu masih seputar industri hilirisasi perkebunan serta pertambangan.
“Seperti yang sudah pasti itu untuk hilirisasi kelapa yang bekerjasama dengan organisasi nirlaba Indonesia dan Jepang (IJBnet) dengan nilai investasi awal Rp500 miliar,” ujarnya, dikutip Senin (24/11/2025).
Kendati begitu, Eko menuturkan bahwa Sumsel juga tengah mendorong potensi investasi pada sektor perikanan, utamanya untuk produk turunan.
“Prospek itu ada di penyosohan beras, dan juga di sektor perikanan. Rencananya untuk perikanan itu akan didorong di Kabupaten Banyuasin,” jelasnya.
Berita Lainya: Pemerintah Kejar Pembangunan Kampung Nelayan | 2.500 Nelayan Indramayu Dapat Asuransi
Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel mencatat pada 2024 produksi ikan di wilayah itu mencapai 296.000 ton.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Karina mengatakan produksi terbanyak berasal dari ikan patin yang mencapai 98.000 ton.
“Untuk jenis perikanan budidaya di Sumsel itu ada bandeng, baung, bawal, gabus, gurame, lele, ikan mas, nila, patin, toman, udang gala, udang vaname, dan udang windu,” jelasnya.
Secara rinci, volume produksi untuk masing-masing kabupaten/kota, meliputi Ogan Komering Ilir 82.088 ton, OKU Timur 56.720 ton, Palembang 54.533 ton, Banyuasin 45.658 ton, dan Musi Banyuasin 12.066 ton.
Kemudian Prabumulih 268 ton, Lahat 253 ton, Muara Enim 9.245 ton, dan Musi Rawas 11.022 ton, Musi Rawas Utara 514 ton, Ogan Ilir 11.546 ton, OKU 765 ton, OKU Selatan 2.350 ton dan Penukal Abang Lematang Ilir (PALI) 739 ton.***






