Nilam–Sereh Wangi: SOP Rinci dari Bibit hingga Minyak

Petikhasil.id, SUBANG — Di Subang, nilam diperlakukan seperti “pasien ICU”. Bibit datang, langsung distek, disungkup, dan diakarkan 2–3 bulan. Masuk kebun, pemupukan seminggu sekali, penggemburan rutin, dan respon cepat saat gejala hama muncul. “Kuncinya bibit. Lahan oke, pupuk oke; kalau bibit jelek, selesai,” tegas Asep.

Berita Lainya: Sacha Inchi & Kenari: Minyak Nabati Tinggi Omega-3 dari Nusantara

Ritme Produksi: 8 Jam Nilam, 3–4 Jam Sereh Wangi

Daun nilam dijemur 3–7 hari (tergantung cuaca), dirajang, lalu disuling ±8 jam. Rendemen 2–3%: 1 ton daun kering menghasilkan 20–30 kg minyak. Sereh wangi lebih cepat: panen bisa langsung suling 3–4 jam, rendemen 0,7–1% atau 7–10 kg minyak per ton bahan. Jahe dijual segar untuk menjaga cashflow.

Berita Lainya: Dari 5.000 Bibit Menjadi 500: Jatuh Bangun Petani Nilam Subang

Di lapangan, tantangan terbesar justru cuaca ekstrem kemarau basah, hujan intens yang mengacau pH dan kelembapan tanah. “Harga fluktuatif, tapi disiplin SOP membuat kami tetap dapat angka layak,” kata Ruslan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *