Panen Meningkat Jadi 8 Ton per Hektare, Petani Cianjur Terima Satyalancana Wira Karya

Petikhasil.id, KARAWANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Aseng, petani asal Kabupaten Cianjur, atas keberhasilannya meningkatkan produksi padi hingga 8 ton per hektare. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Aseng merupakan anggota Kelompok Tani Ciraden, Kecamatan Campaka, Cianjur, yang mengelola lahan sawah seluas sekitar 15 hektare bersama kelompoknya. Ia dinilai berhasil menjadi contoh praktik pertanian produktif berkat pendampingan penyuluh dan dukungan program pemerintah.

Baca Lainya: Produksi Padi Indramayu Mencapai 1,63 Juta Ton di 2025 | Produksi Padi Tetap Aman di Tengah Banjir Aceh-Sumatra

“Alhamdulillah, saya menerima piagam dan penghargaan ini. Terima kasih kepada penyuluh pertanian dan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah mendukung kami,” ujar Aseng usai menerima penghargaan.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan hasil panen tidak terlepas dari penggunaan benih unggul bantuan pemerintah, yakni Benih Pajajaran. Sebelumnya, hasil panen padi di lahannya berada di kisaran 6,5 ton per hektare.

“Setelah menggunakan benih bantuan, hasil panen meningkat menjadi 8 ton per hektare,” katanya.

Aseng juga mengapresiasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak pada petani, mulai dari program penguatan lumbung pangan, penurunan harga pupuk, hingga harga gabah yang lebih menguntungkan.

“Harga pupuk sekarang turun sekitar 20 persen. Pupuk bersubsidi sangat membantu perekonomian petani,” jelasnya.

Meski secara pribadi hanya mengelola lahan sekitar 500 meter persegi, Aseng tetap optimistis terhadap masa depan sektor pertanian nasional, terlebih setelah mendengar langsung arahan Presiden dalam acara pengumuman swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Aseng juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberi perhatian serius pada regenerasi petani, mengingat minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah.

“Pemuda dan pemudi perlu didorong agar mau terjun ke pertanian demi masa depan pangan Indonesia,” ujarnya.

Selain Aseng, Presiden Prabowo turut menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh lintas sektor dan petani inspiratif dari berbagai daerah yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan dari Republik Indonesia yang diberikan kepada individu yang berjasa luar biasa dalam pembangunan, memiliki karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi teladan dalam pengabdian kepada negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *