Petikhasil.id, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan target surplus produksi padi hingga 120.000 ton hingga penghujung 2025. Proyeksi tersebut disusun berdasarkan kondisi produktivitas yang dinilai tetap stabil serta peningkatan intensitas masa tanam sepanjang tahun.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, sejak Januari hingga Oktober 2025, daerah di Kaki Gunung Ciremai ini sudah membukukan surplus beras mencapai 80.422 ton.
“Capaian tersebut menjadi indikator kontribusi Kuningan terhadap ketahanan pangan provinsi masih kuat,” kata Wahyu, Kamis (27/11/2025).
Menurut Wahyu, meski luas baku sawah hanya sekitar 26.016 hektare, tingkat produksi padi di Kuningan berada pada jajaran tertinggi di Jawa Barat. Dengan Indeks Pertanaman rata-rata 2,5, petani di wilayah itu mampu melakukan tanam lebih dari dua kali dalam setahun, sehingga volume panen tetap terjaga.
Berdasarkan perhitungan Diskatan, tren tersebut membuka peluang kenaikan surplus hingga 33 persen dibandingkan 2024. Tahun lalu, Kuningan mencatat luas tanam 56.929 hektare dengan produksi 352.511 ton dan produktivitas 61,92 kuintal per hektare.
Sementara hingga Oktober 2025, luas tanam meningkat menjadi 64.185 hektare dengan produksi 350.058 ton dan produktivitas 61,79 kuintal per hektare.
Wahyu menambahkan, dinamika iklim yang berubah-ubah tidak menghambat konsistensi produksi, karena perluasan tanam dan pola budidaya yang lebih adaptif. Dia menilai data terkini menegaskan peran Kuningan sebagai salah satu daerah penyangga pangan strategis di Jawa Barat.
Berita Lainya: Program Sekolah Lapang Tematik di Kuningan Tingkatkan Produktivitas Padi Hingga 7,68 ton | Padi Gogo: Terobosan IPB University untuk Produktivitas Lahan Kering
Selain menjaga produksi, Diskatan juga memperkuat mekanisasi sektor pertanian. Tahun ini, pemerintah daerah menyerahkan lima unit hand tractor untuk membantu percepatan pengolahan lahan dan efisiensi biaya produksi. Bantuan tersebut diberikan kepada lima kelompok tani di lima desa.
Bupati Kuningan, Dian Yanuar Rachmat, menyatakan distribusi alat pertanian tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Kementerian Pertanian RI pada 30 April 2025.
Dalam pertemuan itu, pemerintah pusat menyatakan kesiapan menyalurkan tambahan dukungan berupa lima traktor, 1.000 benih padi, dan 1.000 benih jagung.
“Dukungan mekanisasi akan membantu penataan pola tanam yang lebih efektif dan menjaga keberlanjutan produksi, terutama menghadapi fluktuasi cuaca dan kebutuhan pangan yang meningkat,” ujarnya.***






