Pertanian Digital di Jawa Barat, Saat Sensor Gantikan Insting Petani

Petikhasil.id, BANDUNG — Di tengah perubahan iklim dan naiknya biaya pupuk, sejumlah petani di Jawa Barat mulai beralih ke pertanian digital.
Bukan sekadar tren, tapi kebutuhan baru agar hasil panen lebih presisi dan efisien.

Melalui teknologi precision agriculture, sensor tanah dan drone kini dipakai untuk memantau kelembapan, suhu, hingga kadar nitrogen. Data ini kemudian diolah secara real time untuk menentukan jadwal irigasi dan pemupukan.

Berita Lainya: Petani Milenial Go Digital: Saatnya Bertani Jadi Gaya Hidup Anak Muda | Petani Milenial: Saatnya Anak Muda Melek Pertanian

Menurut laporan FAO 2025, efisiensi pupuk bisa meningkat hingga 25% dengan sistem digitalisasi pertanian. Sementara itu, Dinas Pertanian Jawa Barat mencatat, lebih dari 200 hektare sawah di Subang dan Indramayu telah dipasangi sensor kelembapan berbasis IoT hasil kerja sama dengan startup lokal.

“Dulu keputusan tanam berdasarkan kebiasaan, sekarang berdasarkan data,” ujar Ridwan, petani muda asal Indramayu.

Langkah ini membuka peluang baru bagi petani muda yang paham teknologi, sekaligus mengubah wajah pertanian tradisional menjadi industri berbasis data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *