Petikhasil.id, CIREBON – Regenerasi petani di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan atau Ciayumajakuning mulai menunjukkan hasil positif.
Kondisi tersebut terekam dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), di mana jumlah petani berusia 19 tahun hingga 39 tahun di empat kabupaten dan satu kota itu mencapai 79.479 orang. Angka tersebut memperlihatkan geliat baru di sektor pertanian yang kini mulai digerakkan oleh generasi muda.
Bupati Kabupaten Cirebon, Imron Rosyadi, menilai meningkatnya jumlah petani muda merupakan sinyal positif bagi masa depan pertanian di daerahnya.
Menurutnya, regenerasi petani sudah mulai berjalan meski masih memerlukan dukungan lebih kuat dari pemerintah dan sektor swasta.
“Banyaknya petani milenial ini menjadi indikator bahwa regenerasi petani di Kabupaten Cirebon berjalan. Kita harus terus mendorong agar anak muda tertarik menjadi petani modern yang produktif dan mandiri,” ujar Imron, Selasa (11/11/2025).
Dia menegaskan, sektor pertanian tidak boleh ditinggalkan karena kebutuhan pangan nasional akan terus meningkat seiring pertambahan penduduk.
“Kalau generasi milenial tidak tertarik, nanti kita akan membeli pangan dari mana? Regenerasi ini harus disegerakan agar produktivitas tetap tumbuh setiap tahun,” ujarnya.
Imron juga menilai, pemanfaatan teknologi digital oleh petani muda telah membawa perubahan signifikan terhadap pola kerja pertanian.
Dengan dukungan alsintan, sistem irigasi modern, hingga pemasaran digital, proses pertanian menjadi lebih efisien dan menguntungkan.
“Sekarang petani muda sudah bisa memantau kondisi lahan dari ponsel, menghitung kebutuhan pupuk lewat aplikasi, bahkan memasarkan hasil panen secara langsung ke pembeli tanpa tengkulak. Itu kemajuan yang harus terus diperluas,” tambahnya.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Cirebon memiliki 15.241 petani yang masuk kategori usia generasi milenial. Sementara untuk yang berada di Kota Cirebon sebanyak 184 petani.
Adapun kabupaten yang memiliki petani milenial terbanyak di Kawasan Ciayumajakuning adala Kabupaten Indramayu, yakni mencapai 34.185 orang.
Menariknya, sebanyak 23.498 petani tersebut telah menggunakan teknologi pertanian, sementara 10.687 lainnya masih mengandalkan metode konvensional.
Berita Lainya: Sesar Lembang & Petani Bandung Barat yang Hidup di Atas Tanah Bergerak | Dari Tanam Paksa ke Pasar Bebas Petani di Persimpangan Zaman
Adapun posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Majalengka dengan 19.071 petani muda. Sementara Kabupaten Kuningan tercatat sebanyak 10.674 orang.
Secara keseluruhan, BPS mencatat 47.538 petani milenial di Ciayumajakuning telah memanfaatkan teknologi pertanian, sedangkan 31.941 lainnya belum menggunakannya.
Tren ini menunjukkan hampir dua pertiga petani muda di kawasan tersebut mulai beradaptasi dengan pendekatan digital dan mekanisasi modern.
Teknologi yang digunakan para petani milenial itu meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, penggunaan internet atau telepon pintar untuk pengelolaan usaha tani, pemanfaatan drone untuk pemantauan lahan, hingga penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam proses budidaya maupun distribusi hasil panen.
Menurut BPS, cakupan subsektor pertanian milenial di wilayah Ciayumajakuning mengacu pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Artinya, petani milenial di wilayah ini tersebar di empat subsektor utama, yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
Pemerintah daerah di Ciayumajakuning kini juga menyiapkan sejumlah program pelatihan dan pembinaan bagi petani muda agar mampu beradaptasi dengan era pertanian 4.0.
Dukungan berupa penyediaan alat pertanian modern, pembiayaan usaha tani, hingga akses pasar digital diharapkan mampu mempercepat proses modernisasi sektor ini.***






