Petikhasil.id, BANDUNG BARAT – Paprika, sayuran premium yang biasanya identik impor, kini tumbuh subur di tangan petani muda Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah. Pipin, co-founder MPS Agro Bersama, berhasil menekan biaya produksi paprika hingga 50 persen dengan teknologi organik sederhana.
Dari Krisis ke Kebangkitan
MPS Agro lahir dari kegagalan saat pandemi COVID-19. Pipin bersama kawan-kawan bangkit lewat pelatihan dinas tenaga kerja. Mereka memilih paprika karena pasarnya stabil dan cenderung premium.
Baca Lainya: Dari Bangkrut Covid Jadi MPS Agro Bersama: Pelajaran dari Krisis | Ekspor dan Mimpi Petani Muda: Dari Cimanggu ke Dunia
Data Kementerian Pertanian (2024) mencatat kebutuhan paprika nasional mencapai 12 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal baru 7 ribu ton. Kekurangan suplai inilah yang coba diisi MPS Agro.
“Dengan aktivator organik, biaya pupuk bisa ditekan drastis. Panen kami dari 3.000 pohon bisa mencapai 1 ton di panen pertama,” ujar Pipin.***






