PLTA Mikrohidro Ciptagelar Wujud Kemandirian Energi Desa Adat Sukabumi

Petikhasil.id, SUKABUMI – Di tengah perbukitan hijau Sukabumi, masyarakat adat Ciptagelar berhasil membuktikan bahwa energi bersih bisa diwujudkan tanpa meninggalkan nilai tradisi. Desa adat yang terkenal karena keteguhannya menjaga budaya ini kini mengandalkan pembangkit listrik mikrohidro sebagai sumber energi utama.

Teknologi mikrohidro ini memanfaatkan aliran sungai di sekitar perkampungan. Dibangun secara gotong royong dan dikelola warga, sistem ini mampu menerangi rumah-rumah penduduk, sekolah adat, serta studio CIGA TV tanpa harus menggunakan listrik negara.

Berita Lainya: Mentan Sebut Ada 1,6 Juta Lapangan Pekerjaan Lewat Hilirisasi Sektor Pertanian | Bioetanol dari Sorgum, Jalan Baru Energi Hijau Indonesia

Menurut laporan Jurnal Energi dan Kemandirian Desa (2022), sistem mikrohidro Ciptagelar memiliki kapasitas yang cukup stabil untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh kampung. Selain ramah lingkungan, sistem ini menjadi bukti bahwa masyarakat adat mampu mandiri secara teknologi.

Uniknya, proyek ini tidak mengubah gaya hidup masyarakat adat. Mereka tetap mempertahankan cara bertani tradisional, tetap menjalankan ritual Seren Taun, namun kini hidup lebih nyaman berkat penerangan malam hari dan akses teknologi sederhana.

Masyarakat Ciptagelar menyebut proyek ini sebagai bentuk ngamumule alam menjaga alam sambil memanfaatkannya secara bijak. Air yang mengalir bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga simbol keharmonisan antara manusia dan lingkungan. (Vry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *