Produksi Jagung Pipilan Januari–Maret 2026 Diperkirakan Tembus 4,94 Juta Ton

Petikhasil.id, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% mencapai 4,94 juta ton sepanjang Januari-Maret 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% berpotensi naik 0,20 juta ton atau 4,18% jika dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu sebanyak 4,74 juta ton. Angka ini sesuai dengan hasil kerangka sampel area (KSA) amatan Desember 2025.

Jika menengok pada Desember 2025, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% mencapai 1,04 juta ton. Angkanya lebih rendah jika dibandingkan dengan Desember 2024 yang mencapai 1,08 juta ton.

Baca Lainya: Mengapa Jagung Selalu Diburu Saat Malam Tahun Baru? | Pertanian Garut Jadi Lumbung Jagung Tapi Nilai Tambah Nihil

“Meskipun demikian, untuk produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton atau mengalami peningkatan 1,02 juta ton atau meningkat 6,74% jika dibandingkan pada periode Januari-Desember 2024,” kata Ateng, dikutip Selasa (3/2/2026).

Sejalan dengan produksi tersebut, luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 mencapai 0,16 juta hektare. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2024 yang luasnya 0,15 juta hektare.

Dari sana, total luas panen jagung pipilan kalau kita jumlahkan sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 2,71 juta hektare. Angkanya mengalami peningkatan seluas 0,16 juta hektare atau 6,35% jika dibandingkan produk yang sama di tahun yang lalu seluas 2,55 juta hektare.

“Untuk potensi luas panen jagung pipilan pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare, atau mengalami peningkatan sebesar 2,35% jika dibandingkan periode tahun sebelumnya,” lanjutnya.

Baca Lainya: Mengapa Jagung Selalu Diburu Saat Malam Tahun Baru? | Pertanian Garut Jadi Lumbung Jagung Tapi Nilai Tambah Nihil

Ateng menjelaskan potensi luas panen ini sudah termasuk tanaman jagung yang akan dipanen, jagung yang akan dipanen ini bukan untuk pipilan, misalnya yang dipanen muda, dipanen untuk hijauan dan juga pakan ternak.

“Angka potensi ini dapat berubah tergantung dengan kondisi terkini dari hasil amatan, pada saat ada serangan hama dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *