Petikhasil.id, BANDUNG – Kualitas kelinci bagi Yoga lahir dari dua hal: genetika yang disusun lewat catatan breeding, dan metabolisme yang dijaga lewat pakan yang tepat. Ia rutin mengawinkan berdasarkan tujuan (kepala, tulang, struktur), mencatat setiap pairing, lalu mengevaluasi hasil keturunan.
Berita Lainya: Dari Musisi Jadi Breeder: Yoga Bangun Kelinci Kontes dari Hobi | Konsistensi Itu Segalanya: Rahasia Kandang Kelinci Tetap Produktif
Pakan Bukan Sekadar “Kenyang”
Soal pakan, Yoga mengadaptasikan komposisi lokal (serat, protein, karbohidrat) sambil menambah mineral-mineral organik untuk mendongkrak kesuburan dan daya tahan. Prinsipnya bukan “chemicals first”, tetapi suplemen seperlunya dan berbasis kebutuhan. Praktik ini lazim di komunitas breeder internasional yang membedakan adalah kedisiplinan komposisi dan evaluasi hasil setiap batch. Untuk ras standar seperti Netherland Dwarf, penyesuaian pakan dilakukan tanpa mengorbankan kondisi tubuh “compact” khas ras tersebut.
Yoga menekankan data pedigree + data pakan = arah perbaikan yang terukur. Tanpa pencatatan, kualitas mudah “mundur” meski indukan terlihat menjanjikan.






