Tips Sukses Menanam Durian ala Ariyanto AA Kadu, Pastikan Tumbuh 20 Cm Tiap 3 Bulan

Petikhasil.id, TASIKMALAYA – Durian dikenal sebagai “raja buah” karena rasanya yang khas dan aromanya yang kuat. Namun, di balik kelezatan itu, ada proses panjang dan ketelitian tinggi yang harus dilakukan oleh petaninya.

Salah satu yang berhasil membuktikan hal tersebut adalah Ariyanto, pemilik Kebun Durian AA Kadu di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia membagikan sejumlah tips sukses menanam durian yang terbukti menghasilkan buah premium dan berkualitas tinggi.

1. Pertumbuhan Ideal: Minimal 20 Cm per 3 Bulan

Menurut Ariyanto, indikator utama pohon durian tumbuh sehat adalah pertambahan tinggi batang minimal 20 sentimeter setiap tiga bulan. Jika pertumbuhannya di bawah angka itu, artinya ada masalah pada media tanam, pemupukan, atau pengairan.

“Kalau mau panen dalam waktu tiga sampai empat tahun, jangan biarkan pertambahan tinggi di bawah 20 cm per tiga bulan. Itu kunci pertama,” tegasnya.

Pertumbuhan yang stabil sejak dini akan menentukan kekuatan akar dan daya tahan pohon terhadap cuaca ekstrem saat sudah berbuah.

2. Kunci Utama: Pengairan dan Pemupukan Tepat

Masalah utama dalam budidaya durian, kata Ariyanto, adalah air dan pupuk.

Durian membutuhkan kelembapan tanah yang konsisten. Itulah mengapa di kebun AA Kadu diterapkan sistem fertigasi semi otomatis, yaitu sistem penyiraman dan pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pohon.

“Setiap pohon durian itu punya karakter sendiri. Gak bisa disiram atau dipupuk sama rata. Kita lihat dulu batang, daun, dan kondisi tanahnya,” jelasnya.

Fertigasi semi otomatis dianggap lebih efisien dibanding sprinkler otomatis karena mampu menghemat air dan menyesuaikan nutrisi per pohon.

Baca lainnya: Kunci Kualitas AA Kadu: SDM Siaga 24 Jam Lawan Hama dan Penyakit Durian | AA Kadu Berbagi Bibit Durian untuk Warga, Bentuk Pagar Sosial yang Inspiratif

3. Jangan Bergantung pada Merek Pupuk

Salah satu kesalahan umum petani pemula adalah terlalu percaya pada merek pupuk tertentu.
Ariyanto menegaskan, yang lebih penting adalah memahami kandungan pupuk dan kebutuhan unsur hara tanah.

Di kebun AA Kadu, ia telah mencoba berbagai pupuk dari lokal hingga impor untuk menemukan komposisi yang ideal.

“Kita harus tahu apa yang dibutuhkan tanaman, bukan sekadar beli pupuk mahal. Kadang pupuk lokal pun bisa lebih bagus kalau dosisnya pas,” ungkapnya.

4. Pilih Bibit dari Okulasi Mata Tunas

AA Kadu terkenal dengan proses pembibitan yang ketat.

Bibit yang digunakan merupakan hasil okulasi mata tunas, metode penyambungan yang menghasilkan pertumbuhan seimbang antara batang bawah dan batang atas. Menurut Ariyanto, metode ini meningkatkan tingkat keberhasilan hingga 90 persen.

Bibit yang sehat akan menentukan kualitas buah, terutama untuk varietas premium seperti Musang King, Duri Hitam, Bawor Super, dan Tembaga Lokal Indonesia.

5. Waspadai Hama dan Jamur Sejak Awal

Hama pada durian seringkali muncul dalam bentuk kutu daun dan jamur batang.

Ariyanto menekankan pentingnya pencegahan dini, bukan hanya pengobatan setelah tanaman terserang.
Di kebunnya, pengawasan dilakukan setiap hari oleh tim yang siap bertindak bahkan di luar jam kerja.

“Hama itu gak punya jam kantor. Kadang datang jam lima sore. Jadi tim harus selalu siap,” ujar pemilik AA Kadu ini sambil tertawa.

Pendekatan disiplin ini membuat tingkat kematian pohon di AA Kadu bisa ditekan hingga di bawah 5 persen—angka yang tergolong sangat baik untuk skala perkebunan durian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *