Saung Sungai Cihonje: Menyulap Sawah dan Aliran Sungai Menjadi Agrowisata Alam

Petikhasil.id, SUMEDANG — Di kaki perbukitan Desa Citebah, Kecamatan Sumedang Selatan, mengalir sebuah sungai jernih yang memeluk hamparan sawah bertingkat. Di tepinya berdiri saung-saung bambu sederhana. Dari kejauhan terdengar gemericik air yang berpadu dengan kicau burung dan desir angin. Tempat itu bernama Saung Sungai Cihonje, sebuah lokasi yang kini ramai diperbincangkan karena berhasil mengubah lanskap pertanian dan alam menjadi destinasi agrowisata alami yang menenangkan.

Saung Sungai Cihonje memang bukan tempat wisata besar dengan fasilitas modern. Tiket masuknya pun murah, hanya sekitar lima ribu rupiah. Namun, daya tarik utamanya justru ada pada kesederhanaan: makan di pinggir sungai, menikmati nasi liwet hangat, ikan bakar, dan lalapan hasil bumi sekitar sambil merendam kaki di air yang bening dan dingin. Suasana pedesaan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota menjadi magnet tersendiri bagi warga urban, terutama dari Bandung dan sekitarnya.

Salah satu pengunjung asal Bandung, Rina (28), mengaku sengaja datang bersama temannya setelah melihat video Saung Sungai Cihonje di media sosial. “Ternyata sebagus itu, asli! Sawahnya hijau banget, air sungainya jernih, makan di saung sambil dengar suara air rasanya kayak balik ke kampung nenek,” ujarnya sambil tersenyum kepada Petik Hasil, Minggu (05/10/25).

Berita Lainya: Potensi Wisata Pertanian di Lembang: Menyimak Peran Nabila Farm sebagai Ruang Belajar dan Hiburan

Ketika Pertanian Menjadi Wisata yang Menghidupi

Fenomena tempat seperti Cihonje menunjukkan bahwa pertanian dan alam sebenarnya bisa berjalan beriringan. Sawah terasering di sekitarnya tidak hanya menjadi latar pemandangan, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata. Beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani lokal bahkan memanfaatkan peluang ini dengan menjual hasil panen langsung di lokasi, mulai dari sayuran, beras organik, hingga produk olahan rumahan.

Menurut pengelola setempat, konsep wisata ini muncul secara alami dari kebiasaan warga yang sering makan bersama di tepi sungai setelah bertani. Dari kebiasaan sederhana itu, lahirlah ide untuk menjadikan Cihonje sebagai tempat istirahat dan kuliner alam. Sekarang, warga sekitar ikut mengelola saung, warung, dan area camping yang bisa disewa pengunjung dengan tarif terjangkau.

Berita Lainya: Kurma Tumbuh di Tepi Samudra Jawa: Kebun 7 Hektare di Sukabumi Siap Jadi Wisata Edukasi

Dosen pariwisata pedesaan dari Universitas Padjadjaran, Awaludin Nugraha, menilai konsep seperti Saung Sungai Cihonje bisa menjadi masa depan wisata pedesaan Jawa Barat. “Kuncinya bukan pada pembangunan besar-besaran, tapi menjaga lanskap alami sambil memberi ruang bagi ekonomi lokal. Cihonje adalah contoh di mana petani tetap menanam, alam tetap lestari, dan wisata tetap hidup,” jelasnya.

Namun, agar tetap lestari, pengelolaan Saung Sungai Cihonje perlu memperhatikan daya dukung lingkungan. Sungai harus dijaga dari limbah, kapasitas pengunjung perlu diatur, dan pembangunan fasilitas tidak boleh mengubah karakter alam. Bila dikelola dengan prinsip low impact tourism, wisata seperti ini justru bisa menjadi model agrowisata berkelanjutan yang menyejahterakan masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Di tengah tren wisata buatan dan kafe modern, kehadiran Saung Sungai Cihonje seperti oase nostalgia. Di sana, alam bukan sekadar latar foto, tetapi menjadi ruang hidup yang memberi kesejukan dan pelajaran bahwa keseimbangan antara manusia, alam, dan pertanian bisa menghadirkan keindahan yang autentik.

Berita Lainya: Bisnis Wisata Petik Buah: Mahal, tapi Tetap Jadi Favorit, Strawberry Ciwidey dan Pangalengan Jadi Primadona

Lokasi & Identitas Singkat

  • Alamat: Desa Citebah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
  • Tiket masuk: sekitar Rp 5.000/orang, sudah termasuk penggunaan saung tanpa biaya tambahan.
  • Fasilitas: warung makan lokal (nasi liwet, ikan bakar, lalapan), area saung, toilet, area parkir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *