Cirebon Borong Pupuk NPK Rp3,9 Miliar 

Petikhasil.id, CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon memborong pupuk NPK senilai Rp3,9 miliar untuk disalurkan kepada puluhan kelompok tani (poktan) penerima manfaat di sejumlah kecamatan. Pengadaan tersebut merupakan bagian dari proyek UPLAND Project Kementerian Pertanian yang didanai melalui mekanisme hibah pinjaman luar negeri.

Berdasarkan dokumen resmi Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, pengadaan pupuk ini menggunakan dana hibah on granting dari Kementerian Pertanian dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp3,9 miliar.

Pengadaan ini diklaim bertujuan memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung keberlanjutan sistem pangan daerah pada 2025.

Berita Lainya: Pupuk Organik Cair Jadi Andalan Petani Saat Harga Kimia Naik | Dari Limbah Jadi Berkah: Revolusi Pupuk Organik di Tangan Anak Muda

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana membenarkan pengadaan tersebut. Proyek tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui dukungan sarana produksi pertanian. 

“Benar. Pupuk yang dibagikan bukan bantuan bersifat konsumtif, melainkan investasi produktif untuk peningkatan hasil panen,” kata Nanang, Jumat (17/10/2025).

Dalam proyek tersebut, pupuk jenis NPK Mutiara Grower (15-09-20+TE) akan didistribusikan ke 35 kelompok tani penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya Kecamatan Greged, Lemahabang, Sedong, Astanajapura, Palimanan, Dukupuntang, dan Susukan Lebak.

Kelompok penerima mencakup sejumlah poktan seperti Sibedug Desa Girinata (Dukupuntang), Barokah Desa Greked (Greged), Ciwado Desa Greked, Tembong Nagara Desa Munjul (Astanajapura), hingga Gincu Barokah Desa Cipanas (Dukupuntang).  Setiap kelompok akan mendapatkan jatah pupuk sesuai kebutuhan lahan dan komoditas unggulan yang dikelola.

Dinas Pertanian memastikan, proses pengadaan hingga distribusi dilakukan secara transparan dan terukur. Sebelum disalurkan, pupuk akan menjalani uji laboratorium untuk memastikan kesesuaian spesifikasi kimia dan kualitas unsur hara. 

Pupuk yang diborong oleh Pemkab Cirebon ini memiliki komposisi unsur makro dan mikro yang lengkap, antara lain nitrogen (N) 15%, fosfat (P₂O₅) 9%, dan kalium oksida (K₂O) 20%, serta dilengkapi dengan unsur mikro seperti magnesium (MgO), boron (B₂O₃), dan zinc (Zn). 

Nanang menambahkan, proyek ini menjadi bagian penting dari strategi Pemkab Cirebon untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan kenaikan harga sarana produksi pertanian. Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah terus berlanjut.

 “Cirebon masih menjadi salah satu sentra produksi pangan di Jawa Barat. Kami ingin memastikan petani tidak kesulitan mengakses pupuk berkualitas dengan harga terjangkau. Investasi ini adalah langkah untuk memastikan produksi tetap stabil dan berkelanjutan,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *