Petikhasil.id, BANDUNG — Kenaikan harga pupuk kimia hingga 30% dalam dua tahun terakhir membuat banyak petani beralih ke pupuk organik cair (POC). Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), biaya pupuk menyumbang hingga 25–35% dari total ongkos produksi pertanian.
Di berbagai daerah seperti Majalengka dan Sumedang, petani mulai membuat POC dari bahan lokal seperti urin sapi, limbah sayur, dan molase. Berdasarkan riset Balai Penelitian Tanah (Balittanah), pupuk cair organik dapat meningkatkan kandungan karbon tanah hingga 17% dan efisiensi penyerapan nitrogen sebesar 25%.
Berita Lainya: Cara Mengelola Limbah Pertanian Jadi Pupuk Organik | Sirkular & Tahan Badai Harga: Limbah Jadi Pupuk, Pasar ke Agregator
Petani yang rutin memakai POC melaporkan penurunan biaya produksi rata-rata 18% dibanding pemupukan anorganik penuh. “Selain lebih hemat, hasil panen juga lebih stabil karena tanah tidak keras,” kata peneliti IPB University, Dr. Rika Handayani, dikutip dari Jurnal Ilmu Tanah Tropika (2024).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menyalurkan bantuan 25 ribu liter pupuk organik cair melalui program Jabar Agro Green. Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi nasional menuju pertanian rendah emisi karbon 2030.






