Bulog Jawa Barat Siap Serap Gabah Petani di Musim Gadu dengan Harga Stabil

Petikhasil.id, BANDUNG — Kabar baik datang bagi para petani padi di Jawa Barat. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memastikan siap membeli gabah kering panen (GKP) hasil musim gadu tahun ini dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

“Pembelian gabah milik petani ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga stabilitas pangan di Jawa Barat,” ujar Nurman Susilo, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, dalam keterangan resminya.

Menjaga Harga dan Pasokan Pangan

Program penyerapan gabah ini merupakan tindak lanjut dari penugasan resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui surat Nomor: 257/TS.03.03/K/9/2025. Mekanismenya dilakukan melalui skema Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang menjadi penyangga utama harga beras di pasar.

Selain menstabilkan harga, penyerapan gabah juga membantu menyeimbangkan stok pangan di tengah fluktuasi pasokan akibat cuaca dan perubahan musim. Hingga 1 Oktober 2025, Bulog Jawa Barat telah menyerap lebih dari 754 ribu ton gabah dari petani di berbagai daerah.

Langkah ini diharapkan memberi napas bagi petani, terutama saat harga gabah sering turun setelah masa panen raya.

Dorong Kemandirian Desa dan Gizi Seimbang

Selain menjaga ketersediaan beras, Bulog juga aktif dalam dua program strategis pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui KDMP, Bulog menyediakan berbagai bahan pangan pokok seperti beras SPHP, beras premium, gula pasir, dan minyak goreng. Saat ini terdapat 206 KDMP dan KKMP di Jawa Barat yang terdaftar sebagai mitra binaan Bulog 30 di antaranya sudah aktif bertransaksi langsung.

Berita Lainya: Bulog Dapat Tugas Serap Gabah Pada Semester II/2025 | Indramayu Gelontorkan Rp460 Juta untuk Asuransi Gagal Panen, Petani Dapat Santunan Rp6 Juta per Hektare

Bulog juga tengah menjajaki kerja sama dengan 101 KDMP baru yang akan mendapat akses pembiayaan dari Bank Himbara untuk memperkuat bisnis pangan desa.

Sementara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bulog menyalurkan pasokan beras ke empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat dengan total 6 ton beras. Program ini ditujukan untuk mendukung gizi anak-anak sekolah dan masyarakat rentan pangan.

Petani dan Pangan Lokal Jadi Prioritas

Dengan berbagai program yang dijalankan, Bulog menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan koperasi desa.

“Harapannya, kesejahteraan petani meningkat, harga tetap stabil, dan masyarakat bisa menikmati pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” tutup Nurman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *