Petikhasil.id, GARUT – Selama ini kopi specialty identik dengan arabika. Padahal, robusta Indonesia kini juga mulai naik kasta lewat teknik olah honey dan natural process yang menghasilkan cita rasa unik.
Menurut data Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI, 2024), permintaan fine robusta meningkat 30% dalam tiga tahun terakhir. Petani di Garut dan Lampung mulai mengolah robusta dengan fermentasi terkontrol, menghasilkan aroma cokelat dan body yang lebih halus.
Berita Lainya: Harga Kopi Arabika Menguat | Kuningan Genjot Hilirisasi Kopi
Dari Kopi Rakyat ke Pasar Premium
Rendy, petani muda dari Garut Selatan, mengaku bisa menjual robusta honey process seharga Rp70.000/kg green bean ke roaster lokal. “Dulu harga paling Rp25.000. Sekarang naik karena prosesnya unik,” katanya.
Menurut laporan Specialty Coffee Association (2023), Indonesia berpotensi menjadi eksportir fine robusta terbesar di Asia karena kekayaan varietas dan dukungan iklim tropis basah.***






