Petani Mulai Beralih Jual Hasil Panen Langsung ke Konsumen

Petikhasil.id, BANDUNG — Tren baru di dunia pertanian mulai terlihat di sejumlah daerah. Petani kini memilih menjual hasil panen langsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat hubungan antara petani dan pembeli.

Beberapa petani muda di Bandung, misalnya, mulai menerapkan strategi pemasaran langsung ini dengan memanfaatkan media sosial. Mereka menawarkan hasil panen seperti sayur organik, buah segar, hingga rempah dapur melalui akun Instagram dan WhatsApp. Cara ini memungkinkan petani mendapatkan margin keuntungan lebih besar karena harga tidak lagi dipotong oleh perantara.

Berita Lainya: Petani Milenial Go Digital: Saatnya Bertani Jadi Gaya Hidup Anak Muda | Jadi Petani Itu Keren: Peluang Kaya Raya yang Dilupakan Anak Muda

Salah seorang petani di Lembang menyebut, menjual langsung ke konsumen membuatnya bisa menetapkan harga yang lebih adil. Ia juga merasa lebih dihargai karena pembeli tahu asal produk dan proses budidayanya. Menurutnya, pembeli kini semakin sadar pentingnya produk lokal yang segar dan aman dikonsumsi.

Petani Digital Ciptakan Rantai Pasok Lebih Pendek

Pakar agribisnis dari Universitas Padjadjaran, Ir. Hendra Kusuma, menjelaskan bahwa sistem pemasaran langsung atau direct marketing bisa menjadi solusi di tengah fluktuasi harga pasar. Ketika petani bisa menjual langsung, rantai pasok menjadi lebih pendek, harga lebih stabil, dan keuntungan bisa dinikmati petani secara penuh.

Selain media sosial, beberapa kelompok tani juga mulai mengembangkan model community supported agriculture (CSA), yaitu sistem langganan hasil panen mingguan untuk keluarga. Dengan skema ini, petani mendapat kepastian pembeli, sementara konsumen memperoleh produk segar tanpa perlu ke pasar.

Berita Lainya: Petani Milenial: Saatnya Anak Muda Melek Pertanian | Potensi Wisata Pertanian di Lembang: Menyimak Peran Nabila Farm sebagai Ruang Belajar dan Hiburan

Langkah-langkah kecil ini perlahan menunjukkan dampak positif. Data dari Dinas Pertanian Jawa Barat mencatat peningkatan transaksi langsung antara petani dan konsumen sebesar 18 persen selama semester pertama tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan perubahan perilaku pasar yang mulai lebih terbuka terhadap produk pertanian lokal.

Ke depan, pemerintah daerah berencana mendukung petani yang menjual langsung dengan pelatihan pemasaran digital dan sertifikasi produk. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi petani di pasar dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

Jika tren ini terus berkembang, maka sistem pertanian di Indonesia bisa menjadi lebih mandiri, efisien, dan berdaya saing tinggi. Petani bukan hanya produsen, tapi juga pelaku usaha yang memahami pasar dan konsumennya dengan lebih baik. (Vry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *