Petikhasil.id, KAB TASIKMALAYA – Siapa sangka, kebun durian di pedalaman Tasikmalaya bisa viral di media sosial dan menarik ribuan perhatian dari seluruh Indonesia. Itulah yang terjadi pada AA Kadu, kebun durian milik Ariyanto, yang sukses membangun nama dan kepercayaan publik lewat strategi sederhana tapi efektif: konsisten berbagi cerita di TikTok.
Awalnya Cuma Iseng Upload, Kini Jadi Media Promosi
Semuanya bermula dari kebiasaan sederhana Aryanto saat mengelola kebun. Ia sering merekam aktivitas sehari-hari mulai dari menyiram pohon, memupuk, hingga memanen durian lalu mengunggahnya ke TikTok tanpa banyak berpikir soal algoritma atau strategi konten.
“Awalnya cuma buat dokumentasi. Asal upload aja yang penting konsisten,” ujar Ariyanto sambil tersenyum.
Namun siapa sangka, video-video itu justru menarik banyak penonton. Konten tentang perjuangan petani durian, proses pembibitan, dan hasil panen AA Kadu viral di TikTok, membuat banyak orang penasaran dan datang langsung ke kebun.
Keberhasilan AA Kadu di TikTok bukan karena efek viral yang dibuat-buat, melainkan karena keaslian konten. Video-video yang diunggah menunjukkan proses nyata bagaimana petani menghadapi tantangan air, hama, hingga cara mereka merawat durian agar tumbuh sehat.
“Orang sekarang lebih suka lihat sesuatu yang jujur dan real. Kita gak setting-setting. Apa adanya aja, dari kebun langsung,” kata Ariyanto.
Pendekatan autentik ini membuat penonton merasa dekat, bukan sekadar penonton tapi juga bagian dari perjalanan AA Kadu. Dari sinilah kepercayaan terhadap brand Durian Premium AA Kadu mulai tumbuh.
Baca lainnya: Aryanto Bangun AA Kadu, Pusat Bibit Durian Unggul dari Tasikmalaya untuk Indonesia
TikTok Jadi Alat Koordinasi dan Branding Sekaligus
Uniknya, di AA Kadu, TikTok tidak hanya digunakan untuk promosi, tapi juga sebagai alat kerja internal.
Para pekerja kebun menggunakan TikTok untuk melaporkan kegiatan harian seperti penyiraman, perawatan pohon, hingga panen langsung melalui video.
Selain efisien dan hemat memori ponsel, sistem ini juga otomatis menjadi arsip digital dan konten promosi yang berkelanjutan. “Sekalian kerja, sekalian promosi. Orang bisa lihat kita beneran ngurus kebun, bukan cuma jual nama durian,” jelas Ariyanto.
Efeknya luar biasa. Setelah viral di TikTok, jumlah pengunjung ke kebun AA Kadu meningkat drastis.
Banyak calon pembeli dan petani muda yang datang untuk belajar langsung atau sekadar mencoba durian premium hasil kebun.
Beberapa di antaranya bahkan datang dari luar Jawa. “Banyak yang tahu AA Kadu dari TikTok. Mereka penasaran, bener gak duriannya sebagus di video. Setelah datang dan coba, jadi langganan,” ujar Ariyanto.
Tak hanya menaikkan citra kebun, TikTok juga membantu AA Kadu membangun komunitas pecinta durian lokal yang loyal dan aktif di kolom komentar setiap unggahan.






