Petikhasil.id, CIREBON — Pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana diharapkan menjadi katalis peningkatan produktivitas industri gula di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pemerintah daerah menilai kawasan strategis tersebut dapat menarik investasi baru sekaligus memperluas basis produksi tebu guna mendukung target swasembada gula nasional.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan wilayah Cirebon bagian timur selama ini menjadi salah satu sentra produksi tebu di Jawa Barat. Dengan masuknya Kabupaten Cirebon dalam cakupan Metropolitan Rebana, peluang penguatan sektor agroindustri, termasuk industri gula, dinilai semakin terbuka.
Menurut Imron, kebutuhan gula nasional yang belum sepenuhnya terpenuhi menjadi tantangan bagi pemerintah pusat dan daerah. Produksi tebu di sejumlah sentra memang terus berjalan, namun volume gula yang dihasilkan dinilai belum mampu menutup permintaan dalam negeri secara optimal.
“Kami mendorong pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula Nasional untuk mempercepat realisasi target kemandirian gula,” ujar Imron, Selasa (17/2/2026).
Imron menilai penetapan Metropolitan Rebana sebagai kawasan prioritas pengembangan industri dan investasi dapat menjadi momentum menghadirkan pabrik gula baru di Kabupaten Cirebon. Kehadiran industri pengolahan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tebu yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk bahan baku.
Selain mendorong investasi industri pengolahan, pemerintah daerah juga berencana memperluas areal tanam tebu guna menjaga ketersediaan bahan baku apabila pembangunan pabrik gula terealisasi.
“Kami akan memperluas lahan perkebunan tebu agar produksi meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tebu Kabupaten Cirebon pada tahun lalu tercatat mencapai 20.733 ton dengan luas lahan 4.216 hektare. Angka tersebut menunjukkan potensi peningkatan produktivitas, terutama melalui perbaikan hasil per hektare dan modernisasi budidaya.
Secara ekonomi, penguatan industri gula dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah. Rantai usaha mulai dari penyediaan bibit, pupuk, tenaga kerja pertanian, hingga distribusi hasil produksi berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
Di sisi lain, peningkatan produksi lokal diharapkan dapat membantu menekan gejolak harga gula yang belakangan cenderung mengalami kenaikan.
Imron menambahkan, swasembada gula tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga membutuhkan dukungan riset dan inovasi. Kolaborasi dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menghasilkan varietas tebu berproduktivitas tinggi serta meningkatkan efisiensi proses pengolahan.
“Untuk mencapai swasembada gula perlu perhatian serius, termasuk kolaborasi riset dan strategi yang terukur,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah daerah berharap integrasi kawasan industri dalam Metropolitan Rebana dengan sentra produksi tebu mampu menciptakan ekosistem industri gula yang lebih efisien dan berdaya saing.
Apabila investasi pengolahan terealisasi dan produksi meningkat, Cirebon diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga di tingkat lokal.






