Harga Telur Ayam di Cirebon Capai Rp30.500 per Kilogram

Petikhasil.id, CIREBON- Harga telur ayam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan pada Jumat (10/10/2025). 

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga telur menembus Rp30.500 per kilogram, naik sekitar Rp3.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang masih di kisaran Rp27.500 per kilogram.

Kenaikan ini menjadi perhatian para pedagang dan konsumen karena terjadi secara tiba-tiba, di tengah belum stabilnya harga sejumlah komoditas pangan lain seperti beras dan daging ayam. 

Pedagang menilai lonjakan harga telur dipicu oleh kenaikan biaya pakan dan berkurangnya pasokan dari peternak lokal.

Berita Lainya: Kalkun & Puyuh: Alternatif Ternak Ringkas untuk Lahan Sempit | Produksi Peternakan Jabar 2024 Capai 2,16 Juta Ton, Target Tahunan Terlampaui Meski Turun dari Tahun Lalu

Sejumlah pedagang di Pasar Sumber dan Pasar Pasalaran mengaku penjualan telur menurun sejak harga naik di atas Rp30.000. Konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan mulai mengurangi jumlah pembelian.

“Biasanya orang beli dua kilogram, sekarang paling satu kilo. Banyak yang bilang mau nunggu harga turun dulu,” kata Siti Aminah, pedagang telur di Pasar Sumber, Jumat (10/10/2025).

Ia mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual dengan kondisi pasar. “Kalau saya tahan harga, rugi. Kalau dinaikkan, pembeli kabur. Susah di tengah begini,” ujarnya.

Dari sisi hulu, para peternak mengeluhkan kenaikan harga pakan ternak yang terjadi sejak pertengahan September. Harga jagung, salah satu komponen utama pakan ayam petelur, dilaporkan naik dari Rp5.500 menjadi Rp6.800 per kilogram.

Menurut Hendra Sutisna, kenaikan pakan mencapai 20–25 persen dalam sebulan terakhir. “Kami terpaksa menaikkan harga telur karena biaya produksi sudah tidak tertutupi. Kalau tidak, bisa tekor,” ujarnya.

Hendra menambahkan, sebagian peternak kecil bahkan mulai mengurangi populasi ayam karena tidak sanggup menanggung beban biaya pakan dan perawatan. Akibatnya, suplai telur dari wilayah selatan Cirebon berkurang ke pasar-pasar di perkotaan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan tengah memantau kenaikan harga telur di seluruh pasar. Kepala tim pengawas harga sudah diterjunkan sejak Kamis (9/10/2025).

Berita Lainya: Tips Budidaya Ayam Sentul ala Qonny Ilma Nafianti: Dari Pakan Hayati Hingga Kemitraan | Qonny Ilma Nafianti: Menjaga Plasma Nutfah Ayam Sentul dari Ciamis untuk Indonesia

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya reaktif, tetapi juga mengambil langkah preventif agar gejolak harga pangan seperti ini tidak berulang. Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi ujian penting bagi kinerja kebijakan pangan daerah.

“Kami sedang inventarisasi penyebab pasti lonjakan harga. Jika perlu, kami akan gelar operasi pasar,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *