Petikhasil.id — Lebaran selalu identik dengan santan dan daging. Opor ayam, rendang, sambal goreng hati, hingga kue kering jadi menu utama selama beberapa hari. Nikmat, tapi sering meninggalkan rasa begah setelahnya.
Banyak orang mulai merasa tubuh lebih berat, cepat lelah, bahkan kolesterol naik. Ini wajar. Dalam waktu singkat, konsumsi lemak jenuh, gula, dan garam meningkat drastis.
Kementerian Kesehatan melalui kampanye GERMAS mengingatkan bahwa setelah hari besar, tubuh perlu kembali ke pola makan seimbang. Bukan diet ketat, tapi penyesuaian bertahap.
Lalu, apa saja makanan yang bisa membantu tubuh kembali stabil?
Baca Lainya: Harga Kelapa dan Santan Naik Jelang Lebaran Ini Penyebab dan Solusinya | Persiapan Masak Lebaran yang Efisien dan Hemat Energi di Dapur Rumah
Sayuran Hijau Bantu Turunkan Lemak
Bayam, sawi, kangkung, dan brokoli kaya serat. Serat membantu mengikat lemak dalam saluran cerna sehingga tidak seluruhnya diserap tubuh.
Kemenkes menyebut kebutuhan serat orang dewasa sekitar 25–30 gram per hari. Faktanya, banyak masyarakat belum mencukupinya.
Setelah Lebaran, memperbanyak sayur adalah langkah paling sederhana untuk memperbaiki pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol.
Buah Segar Ganti Kue Kering
Daripada melanjutkan camilan manis, cobalah beralih ke pepaya, apel, jeruk, atau pir. Buah mengandung serat dan vitamin C yang membantu metabolisme tubuh.
Serat larut dalam buah dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Selain itu, kandungan airnya membantu tubuh kembali terhidrasi setelah konsumsi makanan asin dan bersantan.
Ikan Lebih Ringan dari Daging Merah
Setelah banyak makan daging sapi atau ayam bersantan, tubuh butuh protein yang lebih ringan. Ikan seperti kembung, tongkol, dan bandeng mengandung omega-3 yang baik untuk jantung.
Cara memasaknya juga penting. Lebih baik dikukus, direbus, atau dipanggang dibanding digoreng.
Air Putih Jangan Dilupakan
Makanan Lebaran cenderung tinggi garam. Ini membuat tubuh mudah haus dan menahan cairan.
Minum minimal dua liter air per hari membantu ginjal membuang kelebihan natrium dan sisa metabolisme. Bisa juga ditambah irisan lemon atau mentimun tanpa gula.
Baca Lainya: Harga Kelapa dan Santan Naik Jelang Lebaran Ini Penyebab dan Solusinya | Persiapan Masak Lebaran yang Efisien dan Hemat Energi di Dapur Rumah
Kembali ke Pola Isi Piringku
Panduan “Isi Piringku” dari Kemenkes bisa jadi pegangan sederhana:
Setengah piring sayur dan buah, seperempat protein, seperempat karbohidrat.
Tidak perlu ekstrem. Cukup kurangi santan, gorengan, dan gula secara bertahap.
Lebaran adalah soal kebersamaan. Tapi setelahnya, tubuh tetap perlu dirawat agar tetap bertenaga menjalani aktivitas kembali.






