Minum Kopi Secukupnya Dikaitkan dengan Risiko Gagal Jantung yang Lebih Rendah

Petikhasil.id, JAKARTA — Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah teman pagi, penahan kantuk, kadang juga teman berpikir di sela hari yang panjang. Di tengah kebiasaan itu, kabar baik datang dari dunia riset. Konsumsi kopi dalam jumlah moderat dilaporkan berkaitan dengan penurunan risiko gagal jantung, salah satu kondisi yang masih menjadi penyebab utama rawat inap dan kematian di berbagai negara.

Temuan ini muncul dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Health, Population, and Nutrition, lalu dilaporkan kembali oleh News Medical. Para peneliti menghimpun data dari lebih dari 650.000 peserta dalam sejumlah studi kohort prospektif untuk melihat hubungan antara kebiasaan minum kopi dan risiko gagal jantung dalam jangka panjang.

Baca Lainya: 8 Tanda Tubuh Perempuan Terlalu Banyak Minum Kopi | Kopi Bisa Bantu Atasi Sembelit, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hasilnya menunjukkan pola yang cukup menarik. Konsumsi kopi sekitar dua hingga empat cangkir per hari dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung sekitar 7 persen. Dalam analisis yang lebih rinci, risiko terendah justru tampak pada konsumsi satu hingga dua cangkir per hari. Manfaat itu masih terlihat hingga tiga atau empat cangkir, tetapi tidak terus bertambah pada konsumsi yang lebih tinggi.

Peneliti menyebut hubungan ini berbentuk seperti huruf “J”. Artinya, kopi dalam jumlah tertentu tampak memberi manfaat, tetapi ketika dikonsumsi terlalu banyak, efek perlindungannya justru cenderung melemah. Pada konsumsi di atas enam cangkir per hari, manfaat tambahannya tidak lagi terlihat jelas.

Bukan hanya soal kafein

Yang menarik, efek ini tidak hanya ditemukan pada kopi berkafein. Kopi tanpa kafein juga menunjukkan kaitan yang serupa terhadap penurunan risiko gagal jantung. Temuan ini memberi isyarat bahwa manfaat kopi kemungkinan tidak hanya datang dari kafein, tetapi juga dari senyawa lain yang ada di dalamnya, seperti asam klorogenat dan polifenol.

Kopi memang давно dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif. Beberapa di antaranya bersifat antioksidan dan antiinflamasi, dua hal yang kerap dikaitkan dengan perlindungan terhadap kesehatan kardiovaskular. Peneliti juga menyinggung kemungkinan peran kopi dalam mendukung kesehatan mikrobiota usus, meski mekanisme ini masih perlu diteliti lebih jauh.

Dalam studi tersebut, peneliti menelusuri publikasi ilmiah dari basis data seperti PubMed, Scopus, dan Embase untuk rentang 2012 hingga 2025. Dari pencarian itu, 13 studi memenuhi kriteria analisis, dengan total 20.646 kasus gagal jantung selama masa tindak lanjut hingga 35 tahun. Studi-studi itu berasal dari sejumlah negara, di antaranya Swedia, Finlandia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tetap perlu dibaca dengan hati-hati

Meski hasilnya terdengar menjanjikan, temuan ini tidak bisa dibaca secara berlebihan. Peneliti menilai tingkat kepastian bukti secara keseluruhan masih rendah. Artinya, hubungan antara konsumsi kopi moderat dan penurunan risiko gagal jantung memang terlihat, tetapi belum cukup kuat untuk dijadikan dasar bahwa kopi adalah strategi utama pencegahan penyakit jantung.

Untuk menjaga kualitas analisis, peneliti menggunakan Skala Newcastle-Ottawa dan kerangka GRADE. Mereka juga menjalankan berbagai uji sensitivitas dan tidak menemukan indikasi bias publikasi yang berarti. Namun seperti banyak studi nutrisi lainnya, hasil ini tetap perlu dilihat dengan hati-hati karena kebiasaan makan dan minum seseorang biasanya dipengaruhi banyak faktor lain, mulai dari pola hidup, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan dasarnya.

Karena itu, kopi tetap lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola hidup, bukan jawaban tunggal. Dalam konteks ini, konsumsi satu hingga empat cangkir per hari tampak sebagai kisaran yang paling sering dikaitkan dengan manfaat, dengan titik yang dinilai paling optimal berada pada satu hingga dua cangkir per hari.

Pandangan ini sejalan dengan pedoman European Food Safety Authority atau EFSA, yang menyebut asupan kafein hingga 400 miligram per hari umumnya masih aman bagi orang dewasa. Namun tentu, toleransi tiap orang bisa berbeda. Ada yang tetap nyaman minum kopi beberapa cangkir sehari, ada pula yang sudah berdebar hanya dengan satu gelas.

Baca Lainya: 8 Tanda Tubuh Perempuan Terlalu Banyak Minum Kopi | Kopi Bisa Bantu Atasi Sembelit, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pada akhirnya, riset ini memberi satu pengingat sederhana. Sesuatu yang akrab di meja kerja atau dapur rumah ternyata bisa punya hubungan dengan kesehatan jantung, selama dikonsumsi secukupnya. Bukan berarti kopi harus dianggap obat, tetapi setidaknya kebiasaan kecil ini menunjukkan bahwa yang paling penting sering kali bukan soal banyaknya, melainkan soal batas yang dijaga. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *