Petikhasil.id, CIREBON – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada pekan ketiga Januari, Senin (19/1/2026) menunjukkan kecenderungan melandai.
Mayoritas komoditas pangan strategis di pasar tradisional tercatat mengalami penurunan harga dengan koreksi paling dalam pada kelompok cabai dan beras.
Pantauan di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, kelompok cabai mencatatkan pelemahan. Cabai rawit hijau, mengalami penurunan sebesar Rp14,32% menjadi Rp53.550 per kilogram. Penurunan ini karena mulai membaiknya dari sentra produksi, sekaligus berkurangnya permintaan masyarakat pascalibur akhir tahun.
Sementara cabai merah turun 12,74% persen ke angka Rp32.200 per kilogram dan cabai rawit merah melemah jadi 5,87% menjadi Rp51.300 per kilogram. Tidak hanya itu, cabai merah keriting tercatat turun lebih moderat sebesar 4,18% ke harga Rp37.800 per kilogram.
Baca Lainya: Bahan Pangan di Cirebon Tetap Mahal, Berharap Solusi Pemerintah | Bawang Merah sebagai Komoditas dengan Tingkat Ketidakstabilan Tertinggi di Cirebon Periode 2022-2025
Harga Bawang Merah Alami Penurunan
Selanjutnya, harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan signifikan sebesar 7,99% dan kini berada di Rp35.700 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang naik tipis 0,77% ke level Rp39.450 per kilogram. Hal ini menjadikan bawang putih salah satu dari sedikit komoditas yang bergerak naik.
Pada kelompok beras, seluruh kualitas mengalami koreksi harga. Beras kualitas super I turun paling dalam sebesar 3,02% menjadi Rp16.050 per kilogram.
Lalu, beras medium I dan medium II masing-masing turun 1,32% dan 0,69%, sementara beras kualitas bawah I melemah tipis 0,36% ke harga Rp13.750 per kilogram. Untuk beras kualitas bawah II, harga tercatat stabil di Rp13.250 per kilogram.
Komoditas protein hewani pun menunjukkan penurunan. Daging ayam ras segar turun ke angka 5,39% menjadi Rp34.200 per kilogram. Sedangkan telur ayam ras segar melemah menjadi 4,19% ke harga Rp28.550 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi kualitas I turun 1,39% menjadi Rp141.900 per kilogram dan daging sapi kualitas II turun 0,81% ke level Rp134.050 per kilogram. Hal ini pun mengindikasikan konsumsi yang masih belum pulih sepenuhnya sejak akhir 2025.
Selanjutnya, harga gula pasir kualitas premium turun tipis 1,06% menjadi Rp18.750 per kilogram, sementara gula pasir lokal tercatat tetap di angka Rp17.750 per kilogram.
Baca Lainya: Bahan Pangan di Cirebon Tetap Mahal, Berharap Solusi Pemerintah | Bawang Merah sebagai Komoditas dengan Tingkat Ketidakstabilan Tertinggi di Cirebon Periode 2022-2025
Untuk minyak goreng, minyak goreng curah melemah 0,77% menjadi Rp19.450 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerek II turun 0,95% ke Rp20.850 per kilogram. Tetapi, minyak goreng kemasan bermerek I justru mengalami kenaikan 2,07%, menjadi Rp22.150 per kilogram. Ini terjadi karena dipengaruhi faktor distribusi dan strategi harga ritel.






