Harga Cabai Jawa Barat Naik Jelang Iduladha

Petikhasil.id, BANDUNG — Menjelang Iduladha, harga cabai di Jawa Barat mulai merangkak naik. Bagi pedagang pasar, kondisi ini sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Bagi ibu rumah tangga, kenaikan harga cabai selalu cepat terasa karena hampir setiap masakan membutuhkannya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat mencatat cabai menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.

Meski harga naik cukup tajam, pemerintah memastikan pasokan pangan masyarakat masih aman dan belum terjadi kelangkaan.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan secara umum harga pangan di Jawa Barat masih relatif stabil. Namun, beberapa komoditas hortikultura mulai mengalami kenaikan karena produksi menurun dan permintaan meningkat menjelang Iduladha.

Baca Juga: Harga Cabai Cirebon Makin Pedas

Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 Ribu

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 15 Mei 2026, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen Jawa Barat mencapai Rp75.872 per kilogram.

Angka ini naik 11,32 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Harga tersebut juga sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah yang berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

Karena itu, cabai rawit merah masuk kategori waspada dalam indikator stabilitas harga pangan.

Sementara itu, harga cabai merah besar naik 10,38 persen menjadi Rp55.338 per kilogram.

Harga cabai merah keriting juga ikut naik 3,26 persen menjadi Rp47.551 per kilogram, meski masih berada dalam rentang harga acuan pemerintah.

Cuaca dan Penyakit Tanaman Jadi Penyebab

Linda menjelaskan, kenaikan harga cabai terjadi karena pasokan dari daerah sentra produksi mulai berkurang.

Musim kemarau membuat produksi menurun. Selain itu, serangan penyakit tanaman seperti patek dan layu fusarium juga mengganggu produktivitas petani.

Akibatnya, jumlah cabai yang masuk ke pasar menjadi lebih sedikit, sementara permintaan terus naik menjelang hari raya.

Kenaikan biaya distribusi juga ikut mendorong harga naik. Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) membuat ongkos angkut semakin besar, terutama untuk komoditas segar seperti cabai.

Pasokan Pangan Masih Aman

Meski harga naik, DKPP memastikan Jawa Barat belum mengalami kelangkaan pangan strategis.

Berdasarkan neraca pangan April 2026 dari 27 kabupaten dan kota, kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi dari produksi dalam daerah maupun pasokan dari luar daerah.

Untuk komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit, pemerintah juga masih mengandalkan tambahan pasokan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain cabai, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga.

Bawang merah ukuran sedang naik menjadi Rp70.150 per kilogram, bawang putih ukuran sedang mencapai Rp54.650 per kilogram, dan telur ayam ras segar naik menjadi Rp41.850 per kilogram.

Kenaikan harga menjelang hari besar memang sering terjadi, tetapi yang paling penting adalah menjaga agar pasokan tetap lancar dan harga tidak melonjak terlalu jauh.

Karena bagi banyak keluarga, cabai bukan sekadar bumbu dapur. Ia adalah bagian dari kebutuhan harian yang langsung terasa ketika harganya naik. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *