Ini Risiko dan Cara Menghindari Bahaya Makan Gorengan Saat Buka Puasa

Petikhasil.id, BANDUNG — Kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa perlu dibatasi karena tinggi kalori dan lemak yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serta tidak memberikan rasa kenyang yang cukup setelah berpuasa seharian.

Dilansir dari akun Instagram resmi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi gorengan secara berlebihan saat berbuka puasa karena satu potong gorengan mengandung kalori cukup tinggi.

Dia menjelaskan bahwa satu gorengan memiliki sekitar 100–150 kalori dan biasanya orang mengonsumsi tiga hingga empat gorengan sekaligus sehingga total kalorinya bisa mencapai 300–450 kalori.

“Satu gorengan itu kalorinya sekitar 100 sampai 150 kalori dan tidak membuat kenyang. Biasanya orang makan tiga atau empat sekaligus, sehingga kalorinya bisa mencapai 300 sampai 450 kalori,” ujarnya dikutip Jumat (13/3/2026).

Baca Lainya: Sahur Sehat Agar Puasa Kuat Seharian Ini Komposisi Gizi yang Dianjurkan | Ini Sayur dan Buah Terbaik untuk Sahur Biar Puasa Nggak Lemas

Dia menambahkan bahwa kebiasaan makan gorengan berlebihan dapat membuat berat badan mudah meningkat jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Untuk membakar kalori gorengan, seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram perlu melakukan olahraga dalam waktu yang cukup lama.

“Kalau makan tiga gorengan, itu setara dengan harus lari sekitar 5 kilometer. Kalau hanya makan gorengan saat berbuka, saya harus treadmill sekitar 15 menit untuk membakarnya,” katanya.

Bahaya Gorengan dan Cara Menghindarinya yang Wajib Diperhatikan
Bahaya konsumsi gorengan berlebihan tidak hanya berkaitan dengan kenaikan berat badan, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, berikut dampak kesehatan yang perlu diwaspadai:

  • Meningkatkan risiko obesitas karena gorengan menyerap minyak sehingga kandungan kalorinya menjadi lebih tinggi.
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung akibat meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.
  • Meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena kandungan karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat.
  • Meningkatkan risiko kanker akibat pembentukan zat akrilamida saat proses penggorengan suhu tinggi.

Menteri Kesehatan itu juga menjelaskan bahwa lemak trans dalam makanan dapat mempengaruhi hormon yang meningkatkan nafsu makan, sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak dari kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat memperbesar risiko penyakit metabolik dalam jangka panjang.

Selain itu, makanan gorengan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Karena itu, konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Masyarakat tetap bisa mengonsumsi gorengan, tetapi perlu memperhatikan cara pengolahan dan jumlah konsumsi agar risiko kesehatan dapat ditekan.

Baca Lainya: Sahur Sehat Agar Puasa Kuat Seharian Ini Komposisi Gizi yang Dianjurkan | Ini Sayur dan Buah Terbaik untuk Sahur Biar Puasa Nggak Lemas

Berikut upaya menghindari bahaya makan gorengan:

  • Gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak alpukat.
  • Hindari penggunaan minyak berulang kali karena dapat meningkatkan zat berbahaya dalam makanan.
  • Perhatikan suhu penggorengan sekitar 176–190°C agar minyak tidak banyak terserap ke dalam makanan.
  • Tiriskan makanan menggunakan tisu untuk mengurangi minyak berlebih pada permukaan makanan.
  • Ganti metode memasak dengan memanggang atau mengukus agar makanan tetap lezat dan lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *