Petikhasil.id, SUMEDANG — Saat membeli buah atau sayuran, konsumen biasanya mencari yang terlihat paling sempurna. Kulit harus mulus, warnanya rata, dan bentuknya sebisa mungkin seragam. Namun untuk Ubi Cilembu, kebiasaan tersebut belum tentu membawa konsumen pada pilihan terbaik.
Bandi, petani asal Desa Cilembu, Sumedang, justru memberikan saran yang terdengar berlawanan. Ketika mencari ubi mentah untuk dipanggang, ia meminta konsumen tidak buru-buru menolak ubi dengan kulit belang atau berwarna agak gelap. Menurut pengalaman petani, ubi dengan tampilan tersebut justru bisa menghasilkan kualitas panggang yang baik.
Di Cilembu, penampilan seperti itu bahkan memiliki istilah sendiri. Sebagian petani menyebutnya “belang sapi” karena permukaan kulit terlihat tidak seragam. Bagi konsumen awam, tampilannya mungkin kurang menarik, padahal kualitas makan tidak selalu mengikuti kecantikan kulit.
Baca Lainya: Menjaga Ubi Cilembu dan Harapan Petani Sumedang | Ubi Cilembu: Manis dari Tanah Sumedang, Legenda Ubi yang Tak Bisa Dipalsukan
Kulit mulus belum tentu menjadi jaminan
Standar visual menjadi salah satu persoalan lama dalam pemasaran produk pertanian. Konsumen cenderung memilih komoditas yang besar, mulus, bersih, dan seragam. Akibatnya, produk dengan bentuk atau warna kurang sempurna mudah dianggap berkualitas rendah.
Bandi melihat kondisi serupa pada Ubi Cilembu. Ia justru menyarankan konsumen memperhatikan ubi yang kulitnya terlihat agak gelap atau belang ketika mencari bahan untuk dipanggang. Berdasarkan pengalaman di lapangan, tampilan tersebut tidak otomatis berarti kualitas rasanya buruk.
Namun konsumen tetap perlu membedakan perubahan warna kulit dengan pembusukan. Ubi yang berlendir, berbau tidak normal, sangat lembek, atau mengalami kerusakan berat tentu tidak layak dipilih. Kulit yang tidak mulus tidak selalu sama dengan ubi yang sudah rusak.
Jangan menilai Ubi Cilembu hanya ketika masih panas
Ada cara lain yang menurut Bandi cukup sederhana untuk mengetahui kualitas Ubi Cilembu matang. Jangan hanya mencicipinya ketika baru keluar dari oven, tetapi perhatikan bagaimana teksturnya setelah ubi mulai dingin.
Menurut pengalamannya, ubi yang kualitasnya baik tetap memiliki tekstur lembut dan karakter manis meskipun suhunya sudah turun. Sebaliknya, beberapa ubi terasa lembut ketika panas tetapi kembali mengeras setelah dingin.
Tips tersebut menarik karena konsumen biasanya membeli Ubi Cilembu dalam kondisi hangat. Suhu tinggi membuat tekstur hampir semua ubi terasa lebih lunak, sehingga perbedaan karakter baru lebih mudah diketahui setelah ubi tidak lagi panas.
Karena itu, konsumen yang ingin membandingkan beberapa penjual bisa mencoba menyisakan satu ubi sampai dingin. Tekstur setelah beberapa waktu dapat memberikan gambaran tambahan mengenai karakter umbi yang dibeli.
Standar penampilan bisa membuat hasil panen kehilangan nilai
Persoalan visual tidak hanya terjadi pada ubi belang. Bandi pernah mengalami masa ketika ubi berukuran terlalu besar atau oversize sangat sulit dijual. Ubi dengan ukuran di atas sekitar 500 gram bahkan pernah dihargai sangat rendah dan sebagian akhirnya terbuang.
Masalah tersebut kemudian mendorongnya mencari jalan lain. Sejak 2011, ia mulai mengolah Ubi Cilembu menjadi keripik, stik, kremes, dodol, hingga berbagai produk turunan. Produk yang sebelumnya sulit diterima pasar segar akhirnya mendapatkan nilai ekonomi baru setelah diolah.
Cerita ini memperlihatkan persoalan yang lebih luas dalam pertanian. Tanaman bisa tumbuh dengan baik dan petani berhasil memanennya, tetapi nilai produk dapat jatuh hanya karena ukuran atau penampilannya tidak sesuai harapan pasar.
Baca Lainya: Menjaga Ubi Cilembu dan Harapan Petani Sumedang | Ubi Cilembu: Manis dari Tanah Sumedang, Legenda Ubi yang Tak Bisa Dipalsukan
Karena itu, edukasi konsumen sama pentingnya dengan peningkatan produksi. Masyarakat perlu belajar membedakan antara pangan yang secara visual kurang sempurna dan pangan yang benar-benar mengalami kerusakan.
Untuk Ubi Cilembu, pelajaran tersebut terasa sangat sederhana. Yang terlihat paling cantik di atas rak belum tentu menghasilkan pengalaman rasa terbaik setelah masuk ke dalam oven. Sebaliknya, ubi yang sedikit belang bisa saja menyimpan rasa manis di balik kulit yang kurang sempurna. (Vry)






