Bunga Tabebuya Makin Populer, Ini Asal Usul, Peluang Bisnis, dan Cara Budidayanya

Petikhasil.id, BANDUNG — Pemandangan jalan yang dipenuhi bunga berwarna kuning atau merah muda kini semakin mudah ditemukan di sejumlah kota di Indonesia. Pohon yang bunganya bermekaran lebat itu dikenal dengan nama tabebuya. Penampilannya bahkan sering membuat orang teringat pada bunga sakura di Jepang.

Keindahan tabebuya bukan hanya menarik perhatian masyarakat yang gemar berfoto. Tanaman ini juga membuka peluang usaha bagi penjual bibit, pembudidaya tanaman hias, hingga penyedia tanaman untuk proyek penghijauan dan penataan taman.

Namun, sebelum memulai usaha, ada baiknya mengenal asal-usul tabebuya, memahami nilai ekonominya, serta mempelajari cara budidayanya. Dengan begitu, tanaman yang sedang menarik perhatian masyarakat ini tidak hanya menjadi penghias lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan pendapatan.

Baca Lainya: Kenapa Pohon Dadap di Kebun Teh Menggugurkan Daun Saat Mekar Jingga? | Mengenal Ilmu Botani di Balik Anggrek, Si Bunga Cerdas dari Tropis

Berasal dari Amerika Latin, Bukan Jepang

Tabebuya merupakan nama umum untuk kelompok pohon berbunga yang berasal dari kawasan tropis dan subtropis Amerika. Tanaman ini dikenal tumbuh di sejumlah wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, termasuk Brasil. Salah satu jenis yang populer di Indonesia adalah tabebuya kuning dengan nama ilmiah Handroanthus chrysotrichus.

Menurut pemberitaan Kompas.com pada Oktober 2024, tabebuya termasuk tanaman hias asal Amerika Latin yang memiliki bunga mencolok dengan bentuk menyerupai terompet. Warna bunganya beragam, mulai dari kuning, merah muda, ungu, hingga putih, bergantung pada jenisnya.

Nama tabebuya juga memiliki sejarah tersendiri. Istilah tersebut berkaitan dengan kata dari bahasa Tupi, yang digunakan oleh masyarakat pribumi Brasil. Seiring waktu, nama tabebuya dikenal luas untuk menyebut kelompok pohon berbunga yang sebelumnya banyak ditempatkan dalam genus Tabebuia.

Dalam perkembangan ilmu botani, sebagian jenis yang dahulu disebut Tabebuia kemudian diklasifikasikan ke dalam genus Handroanthus. Karena itu, nama ilmiah tabebuya bisa berbeda menurut spesies dan sistem klasifikasi yang digunakan.

Di Indonesia, tabebuya semakin dikenal sebagai tanaman penghijauan jalan, penghias taman, dan peneduh lingkungan. Ketika musim berbunga tiba, bunganya dapat muncul dalam jumlah banyak sehingga tajuk pohon terlihat penuh warna.

Meski sering dijuluki sakura tropis, tabebuya bukanlah bunga sakura. Keduanya berasal dari kelompok tanaman yang berbeda. Kemiripan penampilan saat berbunga membuat tabebuya memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia yang ingin menikmati suasana taman penuh bunga tanpa harus pergi ke negara empat musim.

Peluang Bisnis Tabebuya dari Bibit hingga Pohon Besar

Popularitas tabebuya menciptakan peluang usaha yang bisa dimulai dari skala kecil. Pelaku usaha tidak harus langsung memiliki lahan luas atau menjual pohon berukuran besar. Pembibitan dalam polybag dapat menjadi langkah awal sebelum memperluas usaha sesuai permintaan pasar.

Salah satu peluangnya adalah menjual bibit tabebuya kepada pemilik rumah, penghobi tanaman, pengelola taman, dan konsumen yang ingin mempercantik halaman. Penjual bisa menawarkan beberapa pilihan warna, seperti kuning, merah muda, dan putih. Variasi tersebut memberi pilihan kepada pembeli yang ingin menyesuaikan tanaman dengan konsep taman mereka.

Data harga di sejumlah marketplace Indonesia pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa bibit tabebuya berukuran kecil ditawarkan mulai belasan ribu rupiah per tanaman. Harga yang tercantum di Blibli, misalnya, memperlihatkan sejumlah penawaran bibit tabebuya sekitar Rp13.000 hingga Rp25.000. Harga tersebut merupakan contoh harga penawaran, bukan harga rata-rata seluruh pasar.

Peluang berikutnya adalah membesarkan bibit hingga menjadi pohon siap tanam. Pasar ini dapat menyasar pemilik rumah dengan halaman luas, pengembang perumahan, pengelola kawasan wisata, kontraktor lanskap, hingga pihak yang menangani penghijauan jalan.

Harga pohon tabebuya dapat berbeda jauh berdasarkan tinggi tanaman, diameter batang, kondisi akar, jenis bunga, dan biaya pengiriman. Laporan peluang usaha yang diterbitkan Kontan pada 2019 mencatat harga pohon setinggi 1–1,5 meter sekitar Rp150.000–Rp500.000 per pohon. Untuk ukuran 2–3 meter, laporan tersebut menyebut harga sekitar Rp300.000–Rp800.000 per pohon. Angka ini merupakan data historis dan tidak bisa langsung dianggap sebagai harga pasar saat ini.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa nilai jual tabebuya tidak hanya bergantung pada jenis tanamannya. Ukuran dan kesiapan pohon untuk dipindahkan juga memengaruhi harga. Pohon yang lebih besar membutuhkan waktu pembesaran, ruang, tenaga perawatan, serta biaya pengangkutan yang lebih tinggi.

Pembudidaya juga dapat menawarkan jasa tambahan, seperti pengiriman, penanaman, dan perawatan awal. Layanan ini berpotensi meningkatkan nilai transaksi, terutama untuk pembeli yang membutuhkan banyak pohon sekaligus.

Namun, peluang bisnis tersebut tidak menjamin keuntungan. Penjual tetap perlu menghitung biaya benih, media tanam, polybag, pupuk, penyiraman, tenaga kerja, tanaman yang mati, serta biaya distribusi. Pohon besar memang bisa memiliki harga jual tinggi, tetapi modal dan risiko pemeliharaannya juga lebih besar.

Bagi pemula, strategi yang lebih aman adalah memulai dari jumlah bibit terbatas, menguji permintaan di lingkungan sekitar, lalu meningkatkan produksi setelah mengetahui ukuran dan warna yang paling diminati pembeli.

Cara Budidaya Tabebuya agar Tumbuh Sehat

Tabebuya dapat diperbanyak melalui biji. Cara ini cocok bagi pembudidaya yang ingin menghasilkan bibit dalam jumlah cukup banyak dengan modal awal yang relatif terjangkau.

Pilih biji dari buah tabebuya yang sudah matang dan mengering. Pastikan biji berasal dari pohon yang sehat. Setelah dikumpulkan, pisahkan biji dari bagian buahnya dan periksa kondisinya. Biji yang rusak atau berjamur sebaiknya tidak digunakan.

Siapkan wadah semai dengan media yang gembur, memiliki unsur hara, dan mampu mengalirkan air dengan baik. Campuran tanah dan kompos matang dapat digunakan, asalkan media tidak terlalu padat. Taburkan biji sesuai petunjuk pembibitan yang digunakan, lalu tutup tipis dengan media tanam.

Jaga kelembapan media selama proses perkecambahan. Penyiraman perlu dilakukan secukupnya agar media tidak mengering, tetapi jangan sampai tergenang. Letakkan wadah semai di tempat yang mendapat cahaya cukup dengan perlindungan dari panas terik berlebihan ketika bibit masih muda.

Setelah bibit tumbuh dan memiliki daun sejati, pindahkan setiap tanaman ke polybag tersendiri jika ruang semainya mulai sempit. Gunakan media tanam yang subur dan memiliki drainase baik. Tahap ini penting untuk memberi ruang bagi akar dan batang agar berkembang dengan sehat.

Bibit perlu mendapatkan cahaya matahari secara bertahap. Tanaman yang sudah cukup kuat dapat mulai dibiasakan menerima sinar matahari lebih banyak. Hindari memindahkan bibit yang masih lemah langsung ke kondisi panas ekstrem karena perubahan lingkungan dapat membuatnya layu.

Untuk menanam tabebuya di lahan permanen, pilih lokasi yang mendapat sinar matahari langsung dan memiliki ruang cukup untuk pertumbuhan tajuk serta akar. Pohon ini dapat tumbuh cukup besar sehingga penanam perlu memperhitungkan jarak dari bangunan, jaringan kabel, saluran air, dan jalur pejalan kaki.

Gali lubang tanam yang cukup untuk menampung akar tanpa menekuknya. Masukkan bibit dengan hati-hati, kemudian timbun kembali menggunakan tanah yang gembur. Padatkan tanah secukupnya agar tanaman berdiri tegak, lalu siram hingga tanah di sekitar akar lembap.

Pada masa awal pertumbuhan, penyiraman perlu dilakukan secara teratur. Frekuensinya harus menyesuaikan kondisi cuaca, jenis tanah, dan kelembapan media. Setelah tanaman lebih kuat, penyiraman dapat dikurangi sesuai kebutuhan. Tabebuya dikenal mampu beradaptasi dengan kondisi yang relatif kering setelah tumbuh mapan, tetapi bibit muda tetap membutuhkan perhatian.

Berikan pupuk secara wajar sesuai kondisi tanah dan perkembangan tanaman. Hindari pemberian pupuk berlebihan dengan harapan pohon lebih cepat berbunga. Pertumbuhan dan pembungaan juga dipengaruhi oleh umur tanaman, intensitas cahaya, kondisi lingkungan, serta karakter setiap jenis.

Lakukan pemangkasan untuk membuang cabang yang mati, sakit, atau tumbuh mengganggu bentuk tajuk. Pemangkasan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan karena dapat menghambat pembentukan tajuk dan memengaruhi penampilan pohon.

Tabebuya umumnya menampilkan pembungaan yang mencolok pada periode tertentu, sering kali berkaitan dengan musim kering dan perubahan kondisi lingkungan. Waktu berbunga tidak selalu sama di setiap daerah. Karena itu, pembudidaya sebaiknya tidak menjanjikan tanaman akan berbunga pada bulan tertentu tanpa mempertimbangkan umur dan kondisi pertumbuhannya.

Baca Lainya: Kenapa Pohon Dadap di Kebun Teh Menggugurkan Daun Saat Mekar Jingga? | Mengenal Ilmu Botani di Balik Anggrek, Si Bunga Cerdas dari Tropis

Kunci Usaha Tabebuya Ada pada Kualitas dan Pasar

Budidaya tabebuya bukan sekadar menumbuhkan tanaman sampai terlihat besar. Pembudidaya perlu menjaga kualitas bibit, mengenali jenis dan warna bunganya, serta memastikan tanaman sehat sebelum dijual.

Bibit yang memiliki batang tegak, daun sehat, dan akar yang berkembang baik akan lebih meyakinkan calon pembeli. Informasi mengenai jenis, tinggi tanaman, cara perawatan, serta perkiraan kebutuhan ruang juga dapat membantu pembeli menentukan pilihan.

Untuk memperluas pasar, penjual dapat memanfaatkan marketplace, media sosial, komunitas tanaman hias, dan kerja sama dengan penyedia jasa taman. Foto pohon saat berbunga bisa menjadi materi promosi yang menarik, tetapi penjual tetap perlu menjelaskan kondisi tanaman sebenarnya agar pembeli tidak salah memperkirakan hasilnya.

Peluang lain datang dari kebutuhan penghijauan dan penataan lanskap. Meski demikian, pengadaan untuk proyek besar biasanya membutuhkan jumlah tanaman yang konsisten, ukuran tertentu, kondisi akar yang baik, dan kemampuan mengirimkan pohon dengan aman. Pembudidaya pemula dapat memulai dari pesanan kecil sebelum masuk ke pasar tersebut.

Pada akhirnya, tabebuya memiliki dua nilai utama, yaitu nilai estetika dan nilai ekonomi. Bunganya memperindah lingkungan, sementara bibit dan pohonnya dapat menjadi produk usaha yang memiliki pasar tersendiri.

Bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis tanaman hias, tabebuya layak dipertimbangkan. Kuncinya bukan sekadar ikut tren ketika pohon sedang ramai dibicarakan, melainkan membangun pembibitan yang sehat, menghitung biaya secara realistis, dan memastikan ada pembeli untuk tanaman yang dibesarkan. (Vry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *