Guru Besar IPB Wanti-wanti Produksi Beras Berpotensi Turun

Petikhasil.id, JAKARTA — Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa memproyeksi terjadinya penurunan produksi beras nasional tahun ini sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Prediksi tersebut berakar dari perkiraan iklim cuaca yang menyebutkan bahwa Indonesia akan dilanda El Nino mulai Juni-Juli 2026. Fase La Nina disebut akan berakhir pada Mei 2026.

“Ini catatan penting. Untuk itu, prediksi saya produksi beras 2026 berpotensi turun hingga 5%,” kata Andreas dalam Core Outlook Sektoral 2026, dikutip Rabu (21/01/2026). 

Dalam catatannya, Andreas yang juga merupakan Research Associate Core Indonesia menyebut, produksi beras melonjak 13,36% pada tahun lalu hingga ke angka 34,71 juta ton dibandingkan tahun 2024 sebesar 30,62 juta ton. 

Adapun, stok awal tahun Bulog saat ini mencapai 3,36 juta ton yang mencakup cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,23 juta ton dan komersial 129.000 ton per Januari 2026.

Baca Lainya: Percepatan Panen Raya, Pengamat Ingatkan Kualitas Beras | Harga Beras di Ciayumajakuning Turun

“Hati-hati terkait 2026 apa yang disampaikan oleh Mas Sugeng [Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan] tadi boleh jadi tidak terjadi. Yang produksi kita nanti masih naik, stok sampai sekian. Bisa jadi itu tidak terjadi,” ujarnya. 

Indonesia akan alami El Nino di pertengahan tahun 2027

Pasalnya, dalam sejumlah riset cuaca internasional disebutkan bahwa Indonesia akan mulai mengalami El Nino sejak Juni-Juli hingga setahun ke depan atau Juli 2027. 

“Kita dalam posisi ini, di mana pun saya mempelajari sejarah produksi padi 30 tahun terakhir, kalau La Nina produksi pasti naik. Tapi kalau El Nino produksi pasti turun. Hati-hati,” tuturnya. 

Di sisi lain, Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan Sugeng Harmono mengatakan, produksi dan total cadangan pemerintah saat ini dalam posisi tertinggi. 

Dia mencatat produktivitas padi mencapai 34,7 juta ton atau lebih tinggi dari konsumsi di kisaran 31 juta ton. Alhasil, terdapat surplus 3 juta ton beras dari produksi tahun lalu.

Baca Lainya: Percepatan Panen Raya, Pengamat Ingatkan Kualitas Beras | Harga Beras di Ciayumajakuning Turun

“Kita optimistis, kemarin dari bahan paparan dari menteri pertanian untuk produksi beras kita atau produksi padi kita tahun ini tetap meningkat, meskipun dengan kondisi yang ada, kita targetkan penyerapan kita 4 juta ton dengan stok bisa 3,2 juta ton maka ada 7,2-7,3 juta ton stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog,” terangnya. 

“Oleh karena itu, dia memastikan cadangan beras nasional akan tetap terjaga dan swasembada pangan di beras tetap terjamin,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *