Petikhasil.id, CIREBON — Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menunjukkan tekanan menjelang akhir Ramadan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Senin (9/3/2026) atau hari ke-19 Ramadan, beberapa komoditas utama seperti cabai rawit merah dan beras mengalami kenaikan. Sementara itu, harga bawang dan sebagian cabai merah justru mengalami penurunan.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi, mencapai sekitar Rp105.250 per kilogram di pasar tradisional. Harga tersebut jauh di atas rata-rata nasional yang sebelumnya berkisar Rp76.400 per kilogram berdasarkan data PIHPS pada awal Februari 2026.
Selain cabai rawit merah, cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp53.150 per kilogram.
Cabai Merah Justru Turun
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah justru mengalami koreksi. Cabai merah besar tercatat sekitar Rp41.200 per kilogram atau turun sekitar 2,14%.
Sementara itu, cabai merah keriting turun lebih dalam menjadi Rp42.350 per kilogram atau terkoreksi sekitar 6,2%.
Baca Lainya: Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemprov Jabar Perkuat Pengawasan Harga Pangan | Harga Cabai di Cirebon Tembus Seratus Ribu Saat Awal Ramadan Beras Masih Stabil
Perbedaan tren ini mencerminkan karakter komoditas hortikultura yang sangat sensitif terhadap pasokan harian. Ketika distribusi terganggu atau produksi menurun di sentra pertanian, harga dapat melonjak dalam waktu singkat.
Lonjakan harga cabai rawit juga kerap menjadi indikator awal tekanan inflasi pangan, terutama selama Ramadan ketika konsumsi rumah tangga meningkat.
Harga Beras Naik Tipis
Kelompok komoditas beras di Kabupaten Cirebon juga menunjukkan tren kenaikan tipis.
Harga beras kualitas bawah I tercatat sekitar Rp14.000 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II sekitar Rp13.400 per kilogram.
Untuk kategori menengah, beras medium I mencapai Rp15.200 per kilogram, sementara medium II sekitar Rp14.600 per kilogram.
Adapun beras kualitas premium berada di kisaran Rp16.850 per kilogram untuk super I dan Rp15.850 per kilogram untuk super II.
Kenaikan harga beras selama Ramadan umumnya dipicu oleh peningkatan konsumsi rumah tangga serta aktivitas memasak yang lebih intens dibandingkan hari biasa.
Pasokan Cabai Berkurang
Pantauan di Pasar Sumber, salah satu pusat perdagangan bahan pangan di Kabupaten Cirebon, menunjukkan tren harga yang relatif sejalan dengan data PIHPS.
Sejumlah pedagang menyebut lonjakan harga paling terasa pada cabai rawit merah. Dalam beberapa hari terakhir, harga komoditas tersebut meningkat tajam karena pasokan dari sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur berkurang.
“Cabai setan (cabai rawit merah) memang mahal sejak awal tahun. Sekarang juga masih naik harganya,” ujar Ahmad, salah seorang pedagang sayur di Pasar Sumber, Senin (9/3/2026).
Harga Bawang dan Protein Hewani Stabil
Di sisi lain, harga bawang relatif stabil bahkan cenderung menurun. Bawang merah ukuran sedang tercatat sekitar Rp45.200 per kilogram atau turun lebih dari 4%.
Sementara itu, bawang putih berada di kisaran Rp39.700 per kilogram atau turun sekitar 1%.
Stabilnya harga bawang dipengaruhi oleh pasokan impor yang relatif lancar serta stok di tingkat pedagang yang masih mencukupi.
Baca Lainya: Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemprov Jabar Perkuat Pengawasan Harga Pangan | Harga Cabai di Cirebon Tembus Seratus Ribu Saat Awal Ramadan Beras Masih Stabil
Berbeda dengan cabai, harga protein hewani di pasar tradisional Kabupaten Cirebon cenderung stabil. Daging ayam ras segar tercatat sekitar Rp40.750 per kilogram, naik tipis kurang dari 1%.
Adapun daging sapi kualitas I berada di kisaran Rp148.050 per kilogram, sedangkan kualitas II sekitar Rp139.450 per kilogram.
Harga telur ayam ras justru mengalami penurunan tipis menjadi sekitar Rp31.100 per kilogram.
Secara keseluruhan, perkembangan harga pangan di Kabupaten Cirebon pada pekan ketiga Ramadan menunjukkan kondisi pasar yang mulai mengalami tekanan, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai rawit.
Jika tren ini berlanjut, kenaikan harga berpotensi terjadi pada pekan terakhir Ramadan hingga menjelang Idulfitri, ketika permintaan rumah tangga biasanya meningkat tajam.






