Kenaikan Harga Pangan di Cirebon Tak Terbendung

Petikhasil.id, CIREBON – Harga kebutuhan pokok di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tercatat mengalami kenaikan pada Kamis (26/3/2026) atau pascalibur Lebaran 2026.

Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas beras dan daging ayam, sementara sebagian komoditas hortikultura justru menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga harian di pasar tradisional, seluruh jenis beras mengalami kenaikan. Beras kualitas bawah I tercatat di angka Rp14.150 per kilogram atau naik 1,07%, sedangkan kualitas bawah II mencapai Rp13.550 per kilogram naik 0,74%. 

Beras Kualitas Super Alami Kenaikan

Untuk beras medium I berada di Rp15.350 per kilogram atau naik 0,66% dan medium II di Rp14.750 per kilogram atau naik 1,03%. Adapun beras kualitas super I menyentuh Rp17.100 per kilogram atau naik 1,48% dan super II di Rp16.000 per kilogram naik 0,63%.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani, terutama daging ayam ras yang melonjak cukup signifikan. Harga daging ayam tercatat Rp44.350 per kilogram atau naik 5,22%. Sementara itu, telur ayam ras berada di Rp31.050 per kilogram dengan kenaikan tipis sebesar 0,16%.

Baca Juga: Stok Beras 4,2 Juta Ton dan Ujian El Nino bagi Sawah Indonesia

Di sisi lain, harga daging sapi cenderung stabil dengan sedikit penurunan. Daging sapi kualitas 1 tercatat Rp157.200 per kilogram atau turun 0,19%, sedangkan kualitas 2 berada di Rp148.200 per kilogram atau turun 0,17%.

Untuk kelompok bahan pokok lainnya, gula dan minyak goreng juga mengalami kenaikan meskipun relatif terbatas. Gula pasir premium tercatat Rp19.350 per kilogram atau naik 1,04%, sedangkan gula lokal Rp18.550 per kilogram naik 0,27%. 

Minyak goreng curah berada di Rp23.450 per kilogram atau naik 0,64%, sementara minyak goreng kemasan berkisar antara Rp22.250 hingga Rp22.850 per kilogram dengan kenaikan tipis di bawah 0,3%.

Bahan Bumbu Dapur Alami Penurunan Harga

Berbeda dengan komoditas utama tersebut, sejumlah bahan bumbu dapur dan hortikultura justru mengalami penurunan harga. 

Cabai rawit merah mencatat penurunan paling dalam hingga 22,5% menjadi Rp83.700 per kilogram. Cabai merah keriting turun 8,55% ke Rp50.300 per kilogram, serta cabai merah besar turun 7,19% menjadi Rp55.500 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang berada di Rp45.600 per kilogram atau turun 0,65% dan bawang putih Rp39.650 per kilogram turun 0,38%. Namun, cabai rawit hijau justru naik tipis 0,99% menjadi Rp56.000 per kilogram.

Secara umum, kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran pola harga pascalibur Lebaran. Kenaikan harga pada beras dan daging ayam mengindikasikan permintaan yang masih tinggi di tengah distribusi yang belum sepenuhnya pulih. 

Beras sebagai komoditas utama mengalami kenaikan merata di semua segmen kualitas, mencerminkan tekanan pada sisi pasokan maupun biaya distribusi.

Sementara itu, lonjakan harga daging ayam diduga dipicu oleh tingginya konsumsi masyarakat setelah Lebaran serta keterbatasan pasokan dari peternak. Kondisi ini berbeda dengan daging sapi yang relatif stabil karena pasarnya cenderung lebih terbatas.

Di sisi lain, turunnya harga cabai dan sebagian bumbu dapur mengindikasikan pasokan yang mulai melimpah setelah masa panen, sekaligus menurunnya konsumsi setelah puncak kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *