Pasar Murah Iduladha Jabar Siapkan 38 Ton Pangan

Petikhasil.id, BANDUNG — Menjelang Iduladha 2026, harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik di berbagai daerah Jawa Barat. Cabai, bawang, hingga daging menjadi komoditas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah kondisi itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyiapkan pasar murah untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemprov Jawa Barat menyiapkan lebih dari 38 ton bahan pokok untuk program Pasar Murah Iduladha 2026.

Baca Juga: Green Jobs Fest 2026 Jakarta Buka Jalan Anak Muda ke Karier Hijau yang Lebih Nyata

Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengatakan pasar murah menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

Menurut dia, pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur tanpa terbebani lonjakan harga.

Digelar di Enam Lokasi

Program pasar murah berlangsung pada 20 hingga 22 Mei 2026 di enam titik di Jawa Barat.

Lokasi tersebut meliputi UPTD Inlog Satpel Sukabumi, UPTD BPSMB Karawang, UPTD BPSMB Bandung, UPTD BPSMB Bogor, UPTD BPSMB Cirebon, dan UPTD IPOK Satpel Tasikmalaya.

Pemerintah menyiapkan berbagai komoditas pangan seperti beras SPHP, beras medium, beras premium, Minyakita, minyak goreng premium, gula pasir, dan tepung terigu.

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli cabai, bawang, sayuran, telur ayam, daging ayam, daging sapi, hingga produk perikanan dengan harga lebih rendah dibanding pasar umum.

Disperindag Jawa Barat juga melibatkan Bulog Jawa Barat dan ID Food untuk menjaga pasokan pangan selama kegiatan berlangsung.

Menjaga Daya Beli Warga

Pemprov Jawa Barat memperkirakan lebih dari 4.000 warga akan menghadiri pasar murah tersebut.

Sasarannya mencakup ibu rumah tangga, anggota PKK, guru, pekerja, dan masyarakat umum.

Selain Disperindag, kegiatan ini juga melibatkan DKPP Jawa Barat, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, Aprindo, kelompok tani, hingga pelaku usaha ritel.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu menjaga distribusi pangan tetap lancar menjelang Iduladha.

Bagi banyak keluarga, pasar murah bukan sekadar tempat membeli bahan pokok dengan harga lebih rendah.

Di tengah harga pangan yang terus bergerak naik, pasar murah menjadi ruang bertahan agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi tanpa harus memangkas terlalu banyak pengeluaran harian. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *