Petikhasil.id, CIREBON — Belanja kebutuhan dapur masyarakat Cirebon mulai terasa lebih berat pada pekan ketiga Juli 2026. Mayoritas harga pangan di pasar tradisional Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan, terutama pada komoditas beras, cabai, daging ayam, telur ayam ras, dan minyak goreng kemasan.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada Senin (20/7/2026) menunjukkan kenaikan harga lebih banyak terjadi dibandingkan komoditas yang turun atau bertahan.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit hijau. Harganya naik 12,16 persen atau bertambah Rp6.300 menjadi Rp58.100 per kilogram. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi di antara komoditas pangan utama yang dipantau.
Harga daging ayam ras segar juga naik 5,35 persen menjadi Rp36.450 per kilogram. Telur ayam ras segar meningkat 4,67 persen menjadi Rp25.800 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar naik 4,53 persen menjadi Rp48.450 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Cirebon Kompak Turun
Beras ikut merangkak naik
Kenaikan harga juga terjadi pada seluruh kategori beras, meski dalam persentase yang relatif tipis. Beras kualitas bawah I naik menjadi Rp14.200 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II menjadi Rp13.650 per kilogram.
Beras medium I tercatat Rp15.450 per kilogram dan medium II Rp14.800 per kilogram. Adapun beras kualitas super I naik menjadi Rp17.150 per kilogram, sementara kualitas super II mencapai Rp16.050 per kilogram.
Harga daging sapi turut bergerak naik. Daging sapi kualitas I tercatat Rp157.500 per kilogram atau naik 0,35 persen. Daging sapi kualitas II naik 0,57 persen menjadi Rp148.900 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, minyak goreng kemasan bermerek I naik menjadi Rp23.400 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek II juga naik menjadi Rp22.750 per liter. Sementara itu, minyak goreng curah tetap berada di level Rp21.350 per liter.
Bawang dan cabai keriting turun
Di tengah tren kenaikan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Bawang merah ukuran sedang turun 4,37 persen menjadi Rp42.700 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang turun 0,24 persen menjadi Rp42.400 per kilogram.
Cabai merah keriting juga turun 2,51 persen menjadi Rp40.700 per kilogram. Namun, cabai rawit merah masih naik 1,47 persen menjadi Rp55.050 per kilogram.
Harga gula pasir tidak mengalami perubahan. Gula pasir kualitas premium tetap Rp19.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal bertahan di Rp18.350 per kilogram.
Dampak bagi masyarakat Jawa Barat
Kenaikan harga pangan di Cirebon menjadi perhatian karena wilayah ini merupakan salah satu pusat perdagangan pangan di Jawa Barat bagian timur. Pergerakan harga di Cirebon sering mencerminkan kondisi pasokan dan distribusi komoditas dari berbagai daerah produksi di Jawa Barat.
Bagi rumah tangga, kenaikan harga beras, cabai, ayam, dan telur dapat menambah beban pengeluaran harian. Di sisi lain, petani dan peternak berharap kenaikan harga tetap diimbangi dengan stabilitas biaya produksi, terutama harga pakan, pupuk, dan distribusi.
Perubahan harga pangan memang menjadi bagian dari dinamika pasar. Namun, keseimbangan antara harga yang menguntungkan produsen dan harga yang terjangkau bagi konsumen tetap menjadi kunci agar rantai pangan di Jawa Barat berjalan sehat dan berkelanjutan. (PtrA)






