Petikhasil.id, BANDUNG — Kebutuhan susu masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahun. Namun, produksi susu segar dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan. Kondisi ini membuat Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional.
Melihat peluang tersebut, Djarum Group memperluas usahanya ke sektor peternakan sapi perah. Perusahaan membangun peternakan modern di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memperkuat produksi susu sekaligus mengembangkan bisnis pangan dan agribisnis.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan lini fast moving consumer goods (FMCG) di bawah Savoria Group. Menurutnya, perusahaan ingin mendukung peningkatan produksi susu dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor terus berkurang.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap Program Kerja Prioritas Presiden, khususnya Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional, Djarum Group berinvestasi membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia,” katanya, dikutip Kamis (16/7/2026).
Perusahaan menerapkan konsep terintegrasi, mulai dari peternakan hingga pengolahan susu. Konsep ini menjaga kualitas susu, memperpendek rantai distribusi, dan mempercepat produk sampai ke tangan konsumen.
Brebes Dipilih Dekat Sentra Pakan
Djarum Group memilih Brebes karena wilayah ini dekat dengan sentra produksi jagung sebagai bahan baku pakan sapi perah. Lokasi tersebut juga memiliki akses yang relatif dekat menuju kawasan Jabodetabek sebagai pasar susu segar terbesar di Indonesia.
PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama mengembangkan peternakan tersebut. Kedua perusahaan menargetkan populasi mencapai 36.000 ekor sapi perah dalam beberapa tahun mendatang.
Jika seluruh fasilitas beroperasi penuh, peternakan itu berpotensi menyumbang sekitar 18 persen dari target produksi susu segar nasional. Tambahan produksi tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi industri pengolahan.
Tantangan Peternak Sapi Perah
Industri peternakan sapi perah masih menghadapi berbagai tantangan. Harga pakan sering berfluktuasi, sementara kualitas hijauan dan ketersediaan benih unggul belum merata di berbagai daerah.
Peternak juga harus menghadapi ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Peternak perlu mengendalikan kedua penyakit tersebut agar produktivitas ternak tetap terjaga dan angka kematian tidak meningkat.
Meski begitu, peluang industri susu nasional masih terbuka lebar. Kesadaran masyarakat terhadap gizi terus meningkat. Program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis, juga berpotensi mendorong konsumsi susu dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Masih Untungkah Usaha Sapi Perah di Arjasari
Jawa Barat Menjadi Penopang Produksi Susu
Jawa Barat masih menjadi salah satu sentra peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Sumedang, dan Bogor memasok susu segar melalui ribuan peternak rakyat dan koperasi susu. Daerah-daerah tersebut selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan industri pengolahan susu nasional.
Kehadiran investasi baru di sektor peternakan sapi perah dapat memperkuat industri susu nasional sekaligus membuka peluang kemitraan dengan peternak lokal. Kolaborasi tersebut juga berpotensi memperluas akses teknologi, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kualitas susu segar.
Pada akhirnya, keberhasilan peternakan sapi perah tidak hanya bergantung pada investasi. Peternak, koperasi, pemerintah, dan pelaku industri harus memperkuat kemitraan, menjaga kesehatan ternak, serta memastikan ketersediaan pakan. Jika semua pihak bergerak bersama, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengurangi impor susu dan membangun ketahanan pangan yang lebih kuat dari sektor peternakan. (PtrA)






