Petikhasil.id, BANDUNG — Pertanyaan tentang pupuk sering berakhir menjadi perdebatan sederhana: organik dianggap baik, sementara pupuk kimia dianggap buruk. Padahal, tanaman tidak mengenal pupuk dari labelnya. Tanaman membutuhkan unsur hara dalam bentuk yang bisa diserap akar.
Pupuk organik dan pupuk kimia memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, memilih salah satunya tidak selalu menjadi jawaban terbaik.
Pupuk organik membantu memperbaiki tanah
Pupuk organik berasal dari bahan seperti kompos, kotoran ternak, sisa tanaman, dan berbagai material alami lainnya. Salah satu manfaat utamanya adalah menambah bahan organik di dalam tanah.
Bahan organik membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan menyimpan air, dan mendukung kehidupan mikroorganisme. Tanah yang memiliki bahan organik cukup biasanya lebih mudah dikelola dalam jangka panjang.
Namun kandungan unsur hara pupuk organik biasanya lebih rendah dan lebih lambat tersedia. Karena itu, kebutuhan tanaman tidak selalu dapat dipenuhi hanya dengan menambahkan sedikit kompos.
Baca Lainya: Pupuk Organik atau Anorganik, Mana yang Lebih Tepat untuk Petani Pemula | Penipuan Daring Kini Menyasar Petani, dari Bantuan Alsintan sampai Pupuk Subsidi Palsu
Pupuk kimia menyediakan unsur hara lebih cepat
Pupuk kimia atau anorganik menyediakan unsur hara dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Urea, misalnya, banyak digunakan sebagai sumber nitrogen, sementara pupuk lain menyediakan fosfor dan kalium.
Keunggulannya adalah dosis dapat dihitung lebih mudah dan tanaman bisa memperoleh unsur hara dengan cepat. Namun pemakaian berlebihan dapat meningkatkan biaya dan mengganggu keseimbangan tanah.
Karena itu, lebih banyak pupuk tidak selalu menghasilkan panen yang lebih banyak. Tanaman hanya membutuhkan unsur hara sesuai kebutuhan dan fase pertumbuhannya.
Keduanya bisa digunakan secara bersama
Dalam banyak kondisi, pendekatan yang lebih masuk akal adalah menggabungkan pupuk organik dengan pupuk anorganik secara tepat. Bahan organik membantu menjaga kondisi tanah, sementara pupuk anorganik dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tertentu dengan lebih cepat.
Petani juga perlu memperhatikan kondisi lahannya. Dua kebun yang menanam komoditas sama belum tentu membutuhkan pupuk dengan dosis yang sama karena pH, kandungan bahan organik, dan unsur haranya dapat berbeda.
Karena itu, pemupukan sebaiknya tidak hanya mengikuti kebiasaan atau perkiraan. Analisis tanah, pengalaman budidaya, dan rekomendasi penyuluh dapat membantu menentukan dosis yang lebih tepat.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan pupuk organik atau kimia yang paling baik. Pertanyaan yang lebih berguna adalah apa yang sebenarnya dibutuhkan tanah dan tanaman.
Baca Lainya: Pupuk Organik atau Anorganik, Mana yang Lebih Tepat untuk Petani Pemula | Penipuan Daring Kini Menyasar Petani, dari Bantuan Alsintan sampai Pupuk Subsidi Palsu
Ketika petani memahami kebutuhan tersebut, pupuk berubah dari sekadar biaya menjadi alat untuk mengelola produksi dengan lebih efisien. (Vry)






