Petikhasil.id, JAKARTA — Pemerintah mendorong ekspor pupuk urea seiring surplus produksi nasional. Sejumlah negara mulai mengajukan permintaan impor, membuka peluang penguatan posisi Indonesia di pasar global.
Permintaan Global Mulai Meningkat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan beberapa negara telah meminta pasokan pupuk urea dari Indonesia. India, Filipina, dan Australia termasuk negara yang menunjukkan minat tersebut.
Airlangga menilai harga pupuk Indonesia tetap kompetitif karena dukungan kebijakan energi, terutama penetapan harga gas industri pupuk di kisaran US$6 per MMBTU.
Baca Juga:Harga Pupuk Subsidi 2026
Surplus Produksi Buka Peluang Ekspor
Pemerintah mencatat produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton. Selisih ini membuka ruang ekspor hingga sekitar 1 juta ton.
Pemerintah memastikan ekspor berjalan tanpa mengganggu pasokan dalam negeri. Langkah ini sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian yang bergantung pada ketersediaan pupuk.
Ekspor Perdana ke Australia
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah telah menyetujui ekspor tahap awal ke Australia sebesar 250.000 ton.
Keputusan ini mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto dan disambut positif oleh Perdana Menteri Anthony Albanese.
Kerja sama ini memperkuat hubungan bilateral sekaligus memperluas akses pasar pupuk Indonesia.
Perkuat Posisi di Pasar Global
Pemerintah menilai ekspor pupuk tidak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan global.
Airlangga menegaskan sektor pupuk nasional menunjukkan ketahanan yang kuat dan mampu mendukung kebutuhan dalam negeri sekaligus pasar ekspor.
Ekspor Tetap Dikendalikan
Pemerintah tetap mengontrol ekspor secara ketat. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang pasar global.
Ke depan, pemerintah akan menyesuaikan volume ekspor dengan kondisi produksi dan kebutuhan petani agar stabilitas pangan tetap terjaga. (PtrA)






