Harga Pangan Cirebon Kompak Turun

Petikhasil.id, CIREBON — Harga sebagian besar komoditas pangan strategis di Kabupaten Cirebon mulai melandai pada pertengahan Juni 2026. Penurunan paling tajam terjadi pada kelompok cabai yang selama beberapa pekan terakhir sempat membebani pengeluaran rumah tangga.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Senin (15/6/2026) menunjukkan mayoritas bahan pangan mengalami koreksi harga. Selain cabai, harga bawang merah, telur ayam ras, dan minyak goreng juga ikut turun. Di tengah tren tersebut, bawang putih menjadi satu-satunya komoditas utama yang justru mencatat kenaikan.

Bagi konsumen, kondisi ini membawa sedikit ruang bernapas setelah menghadapi lonjakan harga pangan menjelang Iduladha.

Baca Juga : Aturan Marketplace Penting bagi UMKM Pangan Lokal dan Olahan Hasil Tani | Tahu Omega dan Kesadaran Baru tentang Pangan Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Harga Cabai Turun Paling Dalam

Kelompok cabai menjadi penyumbang penurunan harga terbesar di pasar tradisional Kabupaten Cirebon.

Harga cabai merah besar turun 17,34 persen menjadi Rp61.250 per kilogram. Harga cabai merah keriting juga turun 14,36 persen menjadi Rp52.800 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah turun 4,04 persen menjadi Rp74.750 per kilogram. Harga cabai rawit hijau ikut melemah 1,28 persen menjadi Rp53.850 per kilogram.

Penurunan tersebut menunjukkan pasokan cabai mulai membaik setelah sebelumnya terganggu cuaca dan penurunan produksi di sejumlah sentra pertanian.

Bawang Putih Naik Saat Komoditas Lain Melandai

Tidak semua komoditas bergerak turun.

Harga bawang putih ukuran sedang naik menjadi Rp43.150 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang merah ukuran sedang turun 3,18 persen menjadi Rp56.300 per kilogram.

Kondisi ini membuat bawang putih menjadi komoditas yang bergerak berlawanan dengan tren pasar pangan Cirebon pada pekan ini.

Harga Telur dan Ayam Ikut Turun

Penurunan harga juga menyentuh kelompok protein hewani.

Harga daging ayam ras segar turun 2,79 persen menjadi Rp34.900 per kilogram. Harga telur ayam ras segar turun 0,93 persen menjadi Rp26.750 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi masih bergerak stabil. Daging sapi kualitas I bertahan di Rp157.650 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di Rp148.350 per kilogram.

Bagi pelaku usaha kuliner dan rumah tangga, turunnya harga ayam dan telur berpotensi mengurangi biaya belanja harian.

Minyak Goreng dan Gula Cenderung Stabil

Pada kelompok bahan pangan lainnya, harga minyak goreng curah turun 1,35 persen menjadi Rp21.950 per liter.

Harga minyak goreng kemasan bermerek I tetap berada di Rp23.300 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek II bertahan di Rp22.700 per liter.

Harga gula pasir premium turun tipis 0,26 persen menjadi Rp19.350 per kilogram. Adapun gula pasir lokal masih bertahan di level Rp18.500 per kilogram.

Harga Beras Tetap Terjaga

Di tengah penurunan berbagai komoditas pangan, harga beras masih menunjukkan stabilitas.

Beras kualitas bawah I bertahan di Rp14.150 per kilogram. Beras kualitas bawah II tetap berada di Rp13.550 per kilogram.

Harga beras medium I tercatat Rp15.400 per kilogram dan medium II Rp14.750 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I dijual Rp17.100 per kilogram dan super II Rp16.000 per kilogram.

Stabilnya harga beras memberi sinyal bahwa pasokan pangan pokok di Kabupaten Cirebon masih terjaga.

Baca Juga : Aturan Marketplace Penting bagi UMKM Pangan Lokal dan Olahan Hasil Tani | Tahu Omega dan Kesadaran Baru tentang Pangan Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Tekanan Harga Pangan Mulai Mereda

Turunnya harga cabai, bawang merah, telur, dan minyak goreng menunjukkan tekanan harga pangan di tingkat konsumen mulai mereda. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah beberapa komoditas sempat melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, petani dan pelaku perdagangan tetap perlu mencermati perkembangan cuaca dan distribusi pangan. Faktor tersebut masih menjadi penentu utama stabilitas harga pangan di pasar tradisional Cirebon dalam beberapa bulan ke depan. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *