Harga Ayam Naik Seiring Program MBG

Petikhasil.id, CIREBON — Harga daging ayam mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional di Jawa Barat. Pedagang menilai kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan di berbagai daerah.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Kamis (16/7/2026) menunjukkan harga rata-rata daging ayam ras segar di Jawa Barat mencapai Rp36.350 per kilogram. Angka tersebut naik 9,65 persen dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi kenaikan tertinggi di kelompok pangan sumber protein hewani.

Harga telur ayam ras juga bergerak naik. Rata-rata harga telur mencapai Rp25.050 per kilogram atau meningkat 1,62 persen. Sementara itu, harga daging sapi masih relatif stabil. Daging sapi kualitas 1 tercatat Rp157.500 per kilogram, sedangkan kualitas 2 berada di level Rp148.900 per kilogram.

Kenaikan harga ayam dan telur sejalan dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan bergizi. Kedua komoditas tersebut menjadi sumber protein utama dalam penyediaan menu Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Pantauan di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, menunjukkan aktivitas perdagangan masih berjalan normal. Pedagang tetap memperoleh pasokan ayam dan telur, sedangkan masyarakat masih berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.

Meski harga naik, pasokan belum menunjukkan tanda-tanda kekurangan. Kondisi ini memberi harapan bahwa distribusi dari peternak ke pasar masih berjalan lancar sehingga lonjakan harga dapat tetap terkendali.

Baca Juga: Harga Cabai dan Ayam di Cirebon Mulai Turun Saat Pasokan Pasar Membaik

Peternak Berpeluang Meningkatkan Pendapatan

Bagi peternak ayam di Jawa Barat, kenaikan harga membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan. Namun, manfaat tersebut baru benar-benar dirasakan apabila biaya produksi, terutama harga pakan dan bibit, tetap terkendali. Jika biaya produksi ikut naik, keuntungan peternak bisa kembali tergerus.

Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi ayam ras terbesar di Indonesia. Kabupaten Subang, Ciamis, Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur menjadi daerah yang memasok kebutuhan ayam dan telur untuk pasar Jawa Barat maupun Jabodetabek. Stabilitas produksi di wilayah tersebut sangat berpengaruh terhadap pasokan pangan nasional.

Selain komoditas protein hewani, PIHPS juga mencatat kenaikan harga cabai. Harga cabai rawit hijau naik 10,15 persen menjadi Rp56.450 per kilogram. Cabai merah besar juga naik 9,37 persen menjadi Rp48.450 per kilogram.

Di sisi lain, harga bawang mulai turun. Bawang merah tercatat Rp43.650 per kilogram setelah turun 2,46 persen. Harga bawang putih juga turun 1,40 persen menjadi Rp42.200 per kilogram.

Perubahan harga pangan merupakan hal yang lazim ketika permintaan meningkat. Tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, keberlanjutan usaha peternak, dan stabilitas harga di pasar. Ketika produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar, petani, peternak, pedagang, hingga konsumen dapat merasakan manfaat yang lebih merata. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *