Harga Pangan Cirebon Naik Awal Agustus

Petikhasil.id, CIREBON — Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Cirebon mulai bergerak naik pada awal Agustus 2026. Kenaikan paling terasa terjadi pada kelompok cabai, disusul daging ayam dan daging sapi. Kondisi ini membuat pedagang dan konsumen kembali menyesuaikan pengeluaran di tengah fluktuasi harga pangan.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per Senin (3/8/2026) menunjukkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram setelah naik 11,41 persen atau sekitar Rp5.900 dibandingkan hari sebelumnya.

Cabai merah keriting juga mencatat kenaikan cukup tinggi. Harga komoditas ini naik 10,02 persen menjadi Rp46.100 per kilogram. Lonjakan harga cabai masih menjadi pola yang berulang setiap pasokan dari sentra produksi mulai berkurang atau distribusi terganggu.

Baca Juga: Pekan Ketiga Juli, Harga Pangan Cirebon Naik

Harga daging ayam ras segar ikut meningkat. Rata-rata harga mencapai Rp39.350 per kilogram atau naik 3,01 persen. Kenaikan juga terjadi pada daging sapi kualitas I yang mencapai Rp153.450 per kilogram dan daging sapi kualitas II yang naik menjadi Rp145.100 per kilogram.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, harga beras tetap stabil. Beras kualitas bawah I bertahan di Rp15.000 per kilogram, beras medium I Rp17.000 per kilogram, dan beras kualitas super I tetap Rp21.100 per kilogram. Harga gula pasir premium juga masih berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Bawang dan telur justru turun

Di sisi lain, sejumlah komoditas menunjukkan tren berbeda. Harga bawang merah turun 11,1 persen menjadi Rp39.250 per kilogram. Bawang putih juga turun 3,47 persen menjadi Rp45.850 per kilogram.

Penurunan turut terjadi pada cabai merah besar yang turun menjadi Rp46.750 per kilogram dan cabai rawit hijau yang berada di level Rp51.200 per kilogram. Harga telur ayam ras segar juga turun 3,13 persen menjadi Rp26.350 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah terkoreksi menjadi Rp22.300 per liter.

Pergerakan harga yang berbeda antarkomoditas menunjukkan pasokan pangan belum bergerak seragam. Ketika cabai dan daging mengalami kenaikan, beberapa komoditas lain justru memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap mengendalikan belanja kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Kenaikan Harga Pangan di Cirebon Tak Terbendung

Jawa Barat masih jadi penyangga pangan

Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi hortikultura dan peternakan nasional. Kabupaten Cirebon memperoleh pasokan cabai dari wilayah seperti Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung. Sementara kebutuhan daging ayam banyak dipenuhi dari sentra peternakan di Subang, Bogor, Sukabumi, dan Ciamis.

Stabilitas harga pangan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga kelancaran distribusi dari sentra pertanian hingga pasar tradisional. Ketika pasokan tetap terjaga, lonjakan harga biasanya hanya berlangsung sementara. Sebaliknya, gangguan cuaca atau distribusi dapat membuat harga pangan kembali bergejolak dan memengaruhi pendapatan petani sekaligus daya beli masyarakat. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *