Kenapa Memeras Daun Selasih Hutan Memikat Jutaan Lalat Buah Jantan? Sains Feromon Alami Asia Tenggara

Feromon Alami Hutan Menjebak Hama Lalat Sebelum Merusak Buah

Petikhasil.id, INDRAMAYU — Di bentangan kebun mangga gedong gincu kawasan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, buah-buah mangga yang mulai matang menggelantung di dahan kerap menyembunyikan titik luka kecil berwarna cokelat di kulitnya. Ketika buah tersebut dibelah, daging buah bagian dalam telah busuk berair dan dipenuhi belatung putih yang menggeliat. Petani menyebutnya serangan lalat buah (Bactrocera carambolae dan Bactrocera dorsalis). Menyemprotkan insektisida kimia ke tajuk pohon mangga yang tinggi menuntut biaya besar dan kerap gagal karena lalat dewasa terbang sangat lincah menghindari semprotan.

Ketergantungan membeli botol-botol atraktan feromon sintetis buatan pabrik yang harganya mahal dihindari secara cerdas oleh para petani kebun buah di Thailand dan Vietnam melalui pemanfaatan tanaman herbal liar yang tumbuh gratis di pekarangan: selasih hutan atau kemangi hutan (Ocimum sanctum dan Ocimum gratissimum).

Mereka tidak membeli senyawa kimia sintetis; mereka cukup memeras dedaunan selasih liar lalu meneteskan cairannya ke dalam botol plastik bekas untuk memikat dan mematikan ribuan lalat buah jantan di kebun mereka.

Baca Juga: Kenapa Menanam Sebatang Bibit Padi Muda Menghasilkan Puluhan Anakan? Logika Biologis Sistem SRI Madagaskar

Molekul metil eugenol peniru feromon kawin

Daya pikat mematikan daun selasih terhadap lalat buah bertumpu pada kandungan minyak atsiri di dalam kelenjar rambut daunnya, terutama senyawa fenilpropanoid bernama metil eugenol ($C_{11}H_{14}O_2$).

Secara botani, tanaman selasih menyintesis metil eugenol untuk memikat serangga penyerbuk tertentu. Namun di dunia serangga, molekul metil eugenol memiliki kemiripan struktur kimiawi yang sangat presisi dengan hormon feromon seks yang diproduksi oleh lalat buah betina untuk memanggil pasangan kawinnya.

Bagi lalat buah jantan, aroma metil eugenol adalah sinyal biologis paling memikat di alam bebas. Lalat jantan membutuhkan senyawa metil eugenol sebagai bahan baku untuk disintesis menjadi feromon feromon seks feromon jantan di dalam kantung rektalnya (rectal glands) agar memikat lalat betina di sarang.

Antena lalat buah jantan memiliki reseptor penciuman (olfactory sensilla) yang sangat peka, sanggup mendeteksi satu molekul metil eugenol di udara terbuka dari jarak ratusan meter hingga satu kilometer melintasi hembusan angin kebun.

Perangkap botol bekas pemutus siklus reproduksi

Cara pembuatan perangkap metil eugenol daun selasih sangat sederhana dan murah bagi kelompok tani desa. Daun dan bunga selasih hutan segar ditumbuk kasar lalu diperas airnya, atau direbus sebentar dengan sedikit minyak kelapa untuk mengekstraksi minyak atsirinya.

Cairan perasan selasih ini diteteskan pada segumpal kapas bersih, lalu digantungkan di bagian dalam botol air mineral plastik bekas yang telah dilubangi dua lubang kecil berdiameter lima milimeter di sisi lambungnya.

Di dasar botol, diisi air tawar yang dicampur sedikit sabun detergen cair.

Botol-botol perangkap digantung di dahan pohon mangga atau cabai setinggi satu setengah meter di tempat yang teduh terhindar dari sinar matahari langsung.

Begitu aroma metil eugenol dari kapas meruap keluar dari lubang botol, lalat-lalat buah jantan di seluruh penjuru kebun akan terbang meluncur mendekati botol layaknya tersihir oleh panggilan kawin palsu.

Lalat menerobos masuk melalui lubang kecil ke dalam botol, berputar-putar mencari sumber aroma di kapas, lalu jatuh ke dalam air sabun di dasar botol dan mati lemas dalam hitungan detik.

Mandulnya populasi lalat betina di dahan buah

Keberhasilan menangkap lalat jantan dalam jumlah massal melumpuhkan siklus reproduksi lalat buah secara permanen.

Lalat buah betina di alam bebas hanya mampu meletakkan telur yang fertil dan menetas jika telah dibuahi oleh lalat jantan.

Ketika mayoritas lalat jantan di areal kebun habis terperangkap di dalam botol selasih, lalat-lalat betina yang terbang di tajuk pohon kehilangan pasangan kawinnya. Telur-telur yang diletakkan lalat betina menjadi mandul (infertil) dan tidak pernah menetas menjadi belatung perusak buah.

Satu botol perangkap kapas selasih sanggup bertahan memikat hama selama dua hingga tiga pekan sebelum perlu ditetesi kembali dengan perasan daun segar baru.

Biaya pengadaannya hampir nol rupiah karena memanfaatkan tanaman liar pekarangan dan limbah botol plastik rumah tangga.

Bagi sentra-sentra perkebunan buah di Nusantara seperti mangga Indramayu, jeruk Pontianak, hingga jambu kristal Malang, perangkap metil eugenol daun selasih membuktikan bahwa kelemahan naluri biologis hama dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan panen.

Baca Juga: Kenapa Memasang Kotak Kayu Lebah Tanpa Sengat Melipatgandakan Bobot Buah Stroberi? Sains Polinasi Klanceng Tropis

Tanpa mencemari buah dengan racun kimia berbahaya, selembar daun selasih yang bersahaja terbukti sanggup menjaga manisnya buah mangga tetap utuh hingga ke meja makan konsumen. (AK)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *