Belajar Tambulapot Jadi Cara Seru Anak Kenal Alam dari Sekolah

Petikhasil.id, BANDUNG — Pagi itu, di halaman depan rumahnya di Kelurahan Rancasari Kota Bandung, Raynarelia “Nana” Zahsy (9) dengan cekatan menyiram pot kecil yang berisi bibit cabai. Kegiatan itu bukan sekadar tugas sekolah biasa, melainkan bagian dari pelajaran PLH di sekolahnya, SD 261 Margahayu Bandung. Ibu Rayna, Irma Letari, menjelaskan bahwa proyek tambulapot tersebut memberi makna yang lebih dalam bagi anaknya.

“Awalnya Nana hanya ikut tugas sekolah, tapi sekarang ia mulai menyadari bahwa tanaman di pot juga bisa memberi manfaat nyata,” ujarnya sambil menyorongkan pot ke pinggir teras agar terkena sinar matahari pagi.

Dari Sekolah ke Rumah

Guru mengajak murid-muridnya untuk melakukan kegiatan menanam cabai dalam pot sebagai bagian dari tema “Tanaman Buah dan Sayur di Lingkungan Terdekat”. Nana memilih cabai karena ingin rumahnya menjadi “kebun kecil” yang bisa dipanen. Ia dan teman-temannya menerima bibit, pot, media tanam, dan langsung praktek di sekolah. Setelah itu, proyek dibawa pulang untuk dirawat.

Berita Lainya: Tips Menanam Cabai Agar Tak Gagal Panen | Kenapa Cabai Sering Jadi Biang Inflasi? Fakta dan Solusinya

Di rumah, Nana membuat catatan harian sederhana tentang pertumbuhan tanaman: kapan disiram, kapan diberi pupuk organik ringan, dan kapan muncul tunas baru. Ibu Irma mengatakan bahwa observasi kecil ini membuat Rayna lebih bertanggung jawab dan memahami siklus hidup tanaman.

Peran Ibu dan Belajar Hidup

Irma mengaku awalnya ragu apakah kegiatan itu akan benar-benar mengubah perilaku anaknya. Namun, sejak mulai menanam sendiri, Nana terlihat lebih tertarik memperhatikan lingkungan sekitar. Ia membantu Ibu membuang sampah hijau di kebun rumah dan menunjukkan teman-temannya bahwa cabai yang tumbuh juga bagian dari ekosistem rumah.

“Saya senang melihat Nana menyebut sepupunya untuk mencicipi cabainya. Bukan hanya karena pedas, tapi karena dia bisa mengatakan ‘Sayur ini saya rawat sendiri’,” kata Irma.

Kegiatan ini memberi dua manfaat sekaligus: memperkuat pelajaran PLH di sekolah dan menciptakan aktivitas keluarga yang mendekatkan generasi muda dengan alam.

Kebanggaan dari Proyek Kecil

Beberapa minggu kemudian, pot cabai Nana mulai menghasilkan buah kecil-kecil merah yang menggantung rapi. Ia memetik satu per satu dengan rasa bangga, lalu mengajak keluarganya membuat sambal sederhana. Momen ini mengukuhkan bahwa proyek tambulapot kecil-kecilan bisa memberi hasil nyata.

Sekolah kemudian menampilkan proyek murid-murid PLH dalam pameran mini di aula sekolah. Rayna berdiri di depan pot cabainya dengan senyum lebar, sambil menjelaskan tahap menanam hingga panen kepada pengunjung. Ibu Irma ikut mendampingi dan merasa bangga melihat anaknya berbicara tentang tanaman dengan penuh antusiasme.

Proyek sederhana ini tidak hanya menanam cabai, tetapi juga menanam rasa tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan semangat eksperimen pada murid-murid kecil.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *