Jawa Tengah Percepat Modernisasi serta Pemulihan Lahan Pertanian

Petikhasil.id, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong modernisasi pertanian melalui penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) dan sistem smart farming di kalangan petani. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah pemulihan kesuburan tanah melalui penggunaan biochar.

Menurutnya, biochar dapat menjadi solusi atas ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis yang berisiko merusak unsur hara tanah dalam jangka panjang.

Baca Lainya: Dari Hotel ke Lahan Sayur Lembang, Petani Muda Ini Menemukan Masa Depan Pertanian Modern | Petani Hidroponik Jawa Barat Mencari Nafas Baru Pertanian Modern

“Jika di dalam tanah terlalu banyak bahan kimia yang merusak, biochar dapat menyerapnya dan melepaskan kembali unsur yang dibutuhkan tanaman secara bertahap,” ujarnya, pekan lalu.

Frans, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa efisiensi nutrisi menjadi kunci untuk menekan biaya input produksi petani. Meski dinilai menjanjikan, penggunaan biochar masih dalam tahap pengamatan.

Pengujian yang baru berlangsung dua bulan dinilai belum cukup untuk menyimpulkan dampak ekonomi jangka panjang terhadap hasil produksi tahunan. Apalagi, Jawa Tengah menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga IP300, yakni tiga kali masa tanam dalam satu tahun.

“Yang diukur baru satu kali musim tanam. Masih ada dua musim tanam lagi yang perlu dievaluasi untuk melihat efektivitas biochar terhadap produksi,” jelasnya.

Selain peningkatan kualitas tanah, manajemen air menjadi pilar penting lainnya. Pemerintah daerah mendorong rehabilitasi jaringan irigasi serta penerapan sistem irigasi tetes guna memastikan distribusi air lebih efisien langsung ke akar tanaman.

Sistem ini menjadi bagian dari ekosistem smart farming yang dinilai mampu mengurangi pemborosan sumber daya sekaligus menjaga ketersediaan air di tengah ketidakpastian iklim.

Transformasi Teknologi

Transformasi teknologi tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki misi strategis untuk menarik minat petani milenial.

Frans melihat adanya perubahan tren di mana generasi muda mulai melirik sektor pertanian karena modernisasi yang membuat aktivitas bertani lebih bersih, efisien, dan berbasis teknologi.

Baca Lainya: Dari Hotel ke Lahan Sayur Lembang, Petani Muda Ini Menemukan Masa Depan Pertanian Modern | Petani Hidroponik Jawa Barat Mencari Nafas Baru Pertanian Modern

Penggunaan drone untuk pemupukan serta sensor tanah untuk memantau kondisi lahan menjadi daya tarik tersendiri. Modernisasi dari hulu hingga hilir ini diharapkan dapat mempercepat regenerasi petani di Jawa Tengah, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.

“Saya lebih fokus kepada petani milenial. Dengan model smart farm, mereka lebih tertarik karena sistemnya berbasis teknologi dan tidak lagi identik dengan cara konvensional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *