Petikhasil.id, CIREBON — Kabar baik datang dari pasar-pasar tradisional di Kabupaten Cirebon. Menjelang pergantian bulan, mayoritas harga bahan pangan menunjukkan tren penurunan. Cabai menjadi komoditas yang mencatat koreksi paling dalam, disusul bawang, daging ayam, telur, hingga minyak goreng curah.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Senin (29/6/2026), penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Harganya turun Rp8.900 atau 13,07 persen menjadi Rp59.200 per kilogram.
Harga cabai merah besar juga bergerak turun 9,49 persen menjadi Rp46.250 per kilogram. Sementara cabai merah keriting turun 6,96 persen menjadi Rp44.100 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau turun 3,97 persen menjadi Rp49.550 per kilogram.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Cirebon Tembus Rp68.100 per Kg
Bawang dan Protein Hewani Ikut Turun
Tidak hanya cabai, kelompok bawang juga mengalami penyesuaian harga. Bawang merah ukuran sedang turun Rp3.000 atau 5,85 persen menjadi Rp48.300 per kilogram. Adapun bawang putih ukuran sedang turun Rp400 atau 0,91 persen menjadi Rp43.450 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun Rp900 menjadi Rp34.350 per kilogram. Sementara telur ayam ras segar turun Rp500 menjadi Rp26.100 per kilogram.
Minyak goreng curah juga mengalami penurunan tipis sebesar Rp200 menjadi Rp21.550 per liter. Meski tidak terlalu besar, penurunan ini dapat sedikit meringankan pengeluaran rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner skala kecil yang bergantung pada bahan baku tersebut.
Beras dan Gula Masih Stabil
Di sisi lain, harga beras di seluruh kategori masih bertahan. Beras kualitas bawah I dipatok Rp14.150 per kilogram, kualitas bawah II Rp13.600 per kilogram, medium I Rp15.400 per kilogram, medium II Rp14.750 per kilogram, super I Rp17.100 per kilogram, dan super II Rp16.000 per kilogram.
Harga daging sapi juga belum mengalami perubahan. Daging sapi kualitas 1 tetap berada di level Rp157.350 per kilogram, sedangkan kualitas 2 bertahan di Rp148.200 per kilogram.
Begitu pula dengan gula pasir. Gula premium masih dijual Rp19.350 per kilogram dan gula lokal Rp18.400 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan bermerek tetap berada pada kisaran Rp22.700 hingga Rp23.350 per liter.
Baca Juga: Harga Cabai Jabar Tembus Rp135 Ribu
Cerminan Pasokan yang Membaik
Secara keseluruhan, dari 21 komoditas yang dipantau PIHPS Nasional, sedikitnya sembilan komoditas mengalami penurunan harga, sedangkan sisanya relatif stabil.
Bagi petani, penurunan harga cabai menjadi pengingat bahwa fluktuasi masih menjadi tantangan utama dalam usaha tani hortikultura. Di sisi lain, bagi masyarakat dan pelaku usaha pangan, kondisi ini memberi ruang untuk menekan biaya belanja harian. Menjaga keseimbangan antara harga yang menguntungkan petani dan tetap terjangkau bagi konsumen menjadi pekerjaan bersama agar rantai pangan di Jawa Barat tetap sehat dan berkelanjutan.
Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra perdagangan pangan di wilayah timur Jawa Barat. Pergerakan harga di daerah ini kerap menjadi indikator kondisi pasokan komoditas hortikultura, terutama cabai dan bawang, yang berasal dari berbagai daerah produksi di Jawa Barat sebelum didistribusikan ke pasar-pasar lokal maupun antardaerah. (PtrA)






