Pembangunan KDMP Diminta Tak Korbankan Sawah

Petikhasil.id, INDRAMAYU — Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional menghadapi tantangan baru. Di tengah upaya memperkuat ekonomi desa melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), banyak pihak mengingatkan pentingnya menjaga sawah produktif agar tidak beralih fungsi.

Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) turun langsung ke lapangan untuk memantau pembangunan KDMP. Tim meninjau sejumlah lokasi yang berpotensi menggunakan lahan sawah sebagai tempat pembangunan.

Bagi masyarakat Indramayu, sawah bukan sekadar hamparan tanah. Sawah menjadi sumber penghidupan petani, buruh tani, pelaku penggilingan padi, hingga pedagang beras. Keberadaannya juga menopang ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional.

Baca Juga: Saat Koperasi Susu Bubar, Peternak Arjasari Bangun Penampungan dari Nol

Pembangunan Harus Sejalan dengan Perlindungan Sawah

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan pemerintah daerah mendukung program strategis nasional, termasuk pembangunan KDMP. Namun, pemerintah juga harus memastikan setiap pembangunan tetap melindungi lahan pertanian produktif.

“Kami menyambut baik kegiatan pemantauan lapangan ini sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola, mitigasi risiko, serta langkah pencegahan terhadap potensi permasalahan dalam pelaksanaan program strategis nasional,” kata Lucky, Senin (29/6/2026).

Lucky berharap hasil pemantauan menghasilkan rekomendasi yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi desa dan keberlanjutan pertanian. Menurutnya, pemerintah tidak boleh mengorbankan sawah produktif demi membangun fasilitas ekonomi baru.

“Kami berharap melalui kunjungan dan pemantauan lapangan ini dapat diperoleh masukan, arahan, dan rekomendasi yang konstruktif guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, tetap menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sawah Menjadi Penopang Pangan

Koordinator Harian Stranas PK, Didik Mulyanto, mengatakan tim melakukan pemantauan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pembangunan KDMP di kawasan sawah. Tim juga mencatat berbagai persoalan yang muncul sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan.

Menurut Didik, posisi Indramayu sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Barat membuat perlindungan sawah menjadi sangat penting. Setiap hektare sawah yang hilang dapat mengurangi produksi gabah. Kondisi itu juga dapat memengaruhi pasokan beras dan pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Baca Juga: 554.000 Hektare Lahan Sawah di Indonesia Hilang dalam 5 Tahun

Data Jawa Barat

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Jawa Barat menjadi salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia. Indramayu selama ini konsisten menjadi kabupaten dengan produksi padi tertinggi atau salah satu yang tertinggi di provinsi tersebut. Kontribusi itu membuat daerah ini berperan penting dalam menjaga pasokan beras di Jawa Barat.

Pembangunan desa tetap bisa berjalan tanpa mengurangi luas sawah produktif. Perencanaan yang matang akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pertanian. Bagi petani Indramayu, sawah bukan hanya tempat menanam padi. Sawah juga menjadi penyangga kehidupan keluarga dan harapan bagi ketahanan pangan pada masa depan. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *