Petikhasil.id, SUMEDANG — Di sentra industri tahu rumahan kawasan Paseh, Kabupaten Sumedang, cairan putih keruh limbah rebusan kedelai dan ampas tahu kerap mengalir begitu saja ke selokan desa, menebarkan bau asam menyengat yang mencemari aliran parit. Di pasar tradisional terdekat, ribuan liter air dari butiran kelapa tua yang diparut terbuang percuma ke gorong-gorong pembuangan. Sementara itu di perbukitan sekitar, para petani cabai rawit mengeluhkan rontoknya kuntum-kuntum bunga cabai muda di musim pancaroba akibat stres cuaca dan kekurangan hormon sitokinin alami.
Dua aliran limbah dapur yang terbuang ini disatukan menjadi pupuk organik cair bermutu tinggi oleh para petani perkotaan di Kuba melalui gerakan kebun kota organopónicos.
Ketika Uni Soviet runtuh pada awal 1990-an dan blokade ekonomi melanda, Kuba kehilangan seratus persen pasokan pupuk kimia dan pestisida sintetis impor.
Alih-alih menyerah pada kelaparan, rakyat Kuba menciptakan sistem pertanian mandiri yang memfermentasi air kelapa tua bersama limbah protein kedelai menjadi cairan pupuk asam amino dan hormon pemacu bunga yang sangat pekat.
Gudang hormon sitokinin dan auksin alami di dalam air kelapa
Air kelapa (Cocos nucifera) dari butiran buah yang sudah tua bukanlah air gula biasa. Secara botani, air kelapa adalah endosperma cair yang dirancang alam untuk memberi makan embrio kelapa selama berbulan-bulan terapung di laut.
Cairan endosperma ini dipenuhi oleh hormon pertumbuhan alami golongan sitokinin, khususnya jenis zeatin dan kinetin, serta hormon auksin dan giberelin dalam perbandingan yang sangat seimbang.
Sitokinin adalah hormon biologis utama yang memicu pembelahan sel (sitokinesis), menunda penuaan sel daun (senesens), dan merangsang diferensiasi mata tunas vegetatif menjadi bakal kuncup bunga generatif.
Air kelapa tua juga kaya akan ion kalium terlarut, mineral magnesium, kalsium, dan vitamin B kompleks yang siap diserap langsung oleh jaringan tanaman tanpa proses perombakan yang rumit.
Memecah protein kedelai menjadi asam amino siap serap
Sementara itu, ampas tahu dan air rebusan kedelai menyumbangkan sumber protein nabati yang sangat padat.
Petani mencampurkan lima puluh liter air kelapa tua, sepuluh kilogram ampas tahu segar, sedikit tetes tebu atau gula merah, dan segumpal ragi tape ke dalam drum plastik tertutup yang dilengkapi selang pembuangan gas air (aerolock).
Selama proses fermentasi anaerobik yang berlangsung selama tujuh hingga sepuluh hari, enzim protease yang diproduksi oleh ragi dan bakteri fermentasi memecah rantai panjang protein kedelai menjadi unit-unit asam amino esensial bebas (seperti glisin, asam glutamat, prolin, dan triptofan).
Asam amino bebas ini memiliki ukuran molekul yang sangat kecil, sanggup menembus lapisan kutikula daun cabai secara langsung saat disemprotkan di pagi hari (chelated amino acids).
Tanaman tidak perlu membuang energi fotosintesisnya untuk menyintesis asam amino dari nol; tanaman cabai langsung memanfaatkan asam amino siap saji ini untuk menyusun enzim-enzim pelindung dan memperkuat tangkai bunga.
Bunga melekat kokoh dan buah terisi padat
Ketika larutan fermentasi asam amino air kelapa yang telah diencerkan ini disemprotkan secara berkala setiap pekan pada fase awal pembungaan, perubahan visual yang mencolok mulai terlihat pada tanaman cabai.
Tangkai bunga cabai tumbuh lebih tebal dan kokoh, dengan lapisan pemisah absisi (abscission zone) yang kuat menahan terpaan angin kencang dan hujan lebat. Kuntum bunga tidak mudah rontok berguguran ke tanah.
Kandungan hormon zeatin pada air kelapa merangsang pertumbuhan tabung serbuk sari saat penyerbukan berlangsung, melipatgandakan tingkat keberhasilan pembentukan buah cabai (fruit set). Buah cabai yang terbentuk memiliki dinding daging yang lebih tebal, bobot panen lebih berat, dan warna merah mengilap yang tahan simpan di rak pasar.
Bagi sentra-sentra perkampungan di Indonesia tempat pabrik tahu dan pasar kelapa beroperasi setiap hari, dua bahan baku pupuk ini melimpah ruah dan nyaris tanpa harga.
Dengan menyatukannya di dalam drum fermentasi bersahaja, petani dapat memutus ketergantungan pada pupuk daun kimia impor, mengubah air limbah yang mencemari selokan menjadi tetesan berkah yang menyuburkan setiap jengkal ranting tanaman di kebun. (AK)








1 komentar