ABMM Kembangkan Kopi Aranio

Petikhasil.id, JAKARTA — PT ABM Investama Tbk mengembangkan program Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program itu membuka peluang baru bagi petani kopi desa untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pasar.

ABMM menjalankan program bersama Kelompok Tani Hutan, BUMDes Tiwingan Sejahtera, pemerintah desa, dan pengelola Tahura Sultan Adam. Lebih dari 40 petani kopi ikut terlibat dalam pengembangan tersebut.

Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara mengatakan perusahaan ingin menghubungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan revitalisasi lahan dan pengembangan usaha kopi lokal.

“Program ini menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal,” ujar Achmad dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Kopi dan Kesehatan Usus Ternyata Saling Berkaitan

Melalui program itu, petani belajar teknik budidaya kopi, pengelolaan pascapanen, hingga pemasaran produk. Petani kini tidak hanya menjual biji kopi mentah.

Sebagian petani mulai mengolah hasil panen menjadi kopi bubuk dalam kemasan. Langkah itu membuat nilai jual kopi meningkat dan memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat desa.

Desa Mulai Bangun Industri Kopi

ABMM juga membantu pengembangan agroindustri di tingkat desa. BUMDes Tiwingan Sejahtera kini memiliki fasilitas pengolahan kopi lengkap dengan mesin roasting, grinder, dan alat pengemasan.

Fasilitas itu membantu petani mempercepat proses produksi dan memperluas akses pasar kopi lokal.

Program tersebut juga membuka peluang kerja baru di desa. Sejumlah perempuan desa mulai ikut bekerja dalam proses panen dan pengolahan kopi.

Selain memperkuat ekonomi masyarakat, pengembangan kopi lokal juga membantu menjaga kawasan hutan tetap produktif tanpa membuka lahan baru secara berlebihan.

Nilai Sosial Program Dinilai Tinggi

Center for Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT) Trisakti mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) program Kopi Aranio mencapai 3,38.

Artinya, setiap investasi Rp1 menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp3,38 selama periode 2023 hingga 2024.

ABMM menyebut sebagian besar manfaat program langsung dirasakan petani. Manfaat itu mencakup peningkatan pengetahuan, pendapatan, stabilitas pasar, dan kemudahan pemasaran lewat BUMDes.

Selain Kopi Aranio, ABMM juga menjalankan program Klaster Pertanian Berkelanjutan atau Biotron sebagai bagian dari pengembangan ekonomi desa.

Anak usaha ABMM, PT Reswara Minergi Hartama, turut mendukung UMKM perempuan melalui pengembangan batik Sasirangan di Desa Bunati, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu.

Bagi banyak petani desa, persoalan utama bukan hanya soal hasil panen. Akses pasar dan kemampuan mengolah produk juga menentukan besar kecilnya pendapatan yang mereka bawa pulang. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *