Jika Peternakan dan Pertanian Dikesampingkan Negara Kehilangan Fondasi Pertumbuhannya

Petikhasil.id, BANDUNG – Sektor peternakan masih kerap dipandang sebelah mata dalam pembangunan nasional. Padahal, menurut pelaku usaha peternakan domba Erdika Purnama Diresta, sebuah negara tidak akan mampu tumbuh pesat jika peternakan terus dikesampingkan.

“Satu negara tidak akan bertumbuh dengan cepat ketika peternakan itu dikesampingkan,” ujar Erdika saat ditemui di Aba Farm, Bandung.

Ia menilai peternakan bukan sekadar urusan pangan, tetapi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi, lapangan kerja, dan stabilitas sosial.

Belajar dari Negara Maju

Erdika mencontohkan negara-negara seperti Australia dan Belanda yang mampu berkembang pesat karena menempatkan sektor pertanian dan peternakan sebagai prioritas utama kebijakan negara.

“Di sana, peternakan dan pertanian benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Hasilnya bisa kita lihat sekarang, mereka sangat maju,” katanya.

Menurutnya, perhatian tersebut tidak hanya berupa bantuan teknis, tetapi juga perlindungan pasar, dukungan riset, hingga keberpihakan terhadap peternak lokal.

Krisis Stok Domba Jadi Alarm

Pengalaman Erdika di lapangan memperkuat pandangannya. Ia mengingat momen pada 2019 ketika stok domba di Jawa Timur dan Jawa Tengah sempat habis akibat tingginya permintaan, terutama dari wilayah Jawa Barat dan Bogor.

“Waktu itu permintaan luar biasa. Di Bogor saja bisa sampai ribuan ekor per hari. Jawa Timur dan Jawa Tengah kehabisan stok,” ungkapnya.

Akibatnya, banyak pengepul beralih ke Jawa Barat. Meski domba Garut masih bertahan, kondisi tersebut menjadi alarm serius soal ketahanan stok ternak nasional.

Baca lainnya: Produksi Padi Jawa Barat 2026 Dijaga Naik Meski Awal Tahun Dihantam Banjir | Harga Domba Kurban Melonjak, Aba Farm Pilih Bermain di Komoditas Aman

Breeding Jadi Jalan Keluar

Melihat kondisi itu, Erdika memilih fokus pada breeding atau pembibitan domba, bukan sekadar penggemukan. Ia bahkan melibatkan mitra dengan sistem indukan bunting untuk mempercepat regenerasi stok.

“Kalau cuma ambil tanpa breeding, lama-lama habis. Produksi harus dijaga supaya stok tetap ada,” jelasnya.

Langkah ini menurutnya penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor daging, yang justru dapat melemahkan posisi peternak lokal.

Ancaman Impor bagi Peternak Lokal

Erdika menilai impor daging menjadi salah satu tantangan terbesar peternakan nasional. Perbedaan harga antara daging impor dan daging lokal sering kali membuat pasar domestik tertekan.

“Karkas impor bisa jauh lebih murah. Akhirnya harga lokal ikut turun, peternak yang kena dampaknya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tanpa kebijakan yang berpihak, peternak lokal akan sulit berkembang, bahkan berpotensi tersingkir di negeri sendiri.

Baca lainnya: Produksi Padi Jawa Barat 2026 Dijaga Naik Meski Awal Tahun Dihantam Banjir | Harga Domba Kurban Melonjak, Aba Farm Pilih Bermain di Komoditas Aman

Peternakan dan Masa Depan Bangsa

Bagi Erdika, membangun peternakan bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, peternakan yang kuat akan menciptakan rantai ekonomi yang panjang, dari hulu hingga hilir.

“Kalau peternakan maju, banyak sektor ikut bergerak. Dari pakan, tenaga kerja, sampai olahan pangan,” ujarnya.

Ia berharap ke depan sektor peternakan mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar, baik dari pemerintah maupun masyarakat luas, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen yang berdaulat di negeri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *