Harga Beras Premium Naik, Medium Turun Tipis

Petikhasil.id, CIREBON- Harga beras tingkat penggilingan di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mengalami kenaikan pada September 2025, terutama untuk kualitas premium. 

Sementara itu, harga beras kualitas medium menunjukkan tren penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya. 

Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus mengatakan, berdasarkan hasil survei, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan tercatat Rp13.945 per kilogram pada September 2025, naik sebesar 0,36% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp13.835 per kilogram. 

Kenaikan ini, menurut Darwis, dipengaruhi oleh kombinasi faktor permintaan yang meningkat serta kenaikan biaya produksi. “Kualitas premium beras, yang meliputi tingkat kemurnian dan kadar air yang lebih baik, selalu memiliki permintaan kuat dari pasar,” jelasnya.

Berita Lainya: Harga beras di Cirebon melonjak akibat El Nino | Indramayu Sumbang 1,39 Juta Ton Padi

Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas medium tercatat Rp13.306 per kilogram, turun sebesar 0,17% dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp13.328 per kilogram. 

Darwis menjelaskan, penurunan ini sebagian besar dipicu oleh peningkatan pasokan beras medium di tingkat penggilingan, yang mendorong stabilisasi harga.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga beras mengalami tren yang cukup berbeda untuk setiap kualitas. Harga beras premium mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,79% dari Rp13.181 per kilogram pada September 2024 menjadi Rp13.945 per kilogram pada September 2025. 

Sebaliknya, harga beras medium hanya mengalami perubahan minor, dengan penurunan sebesar 0,17% dari Rp13.328 per kilogram pada September 2024 menjadi Rp13.306 per kilogram pada September 2025.

Fenomena ini menurut Ninik mencerminkan pergeseran pola konsumsi masyarakat serta kondisi pasokan di tingkat penggilingan. 

“Kenaikan harga beras premium menunjukkan adanya preferensi konsumen terhadap kualitas tinggi, sedangkan harga beras medium yang relatif stabil menunjukkan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Pergerakan harga di tingkat penggilingan ini juga menjadi indikator awal bagi harga beras di tingkat eceran. Kenaikan harga beras premium berpotensi mempengaruhi harga jual di pasar konsumen, terutama di daerah perkotaan yang memiliki permintaan tinggi terhadap beras kualitas tinggi.

“Penting bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan untuk memahami dinamika ini agar distribusi pangan tetap efisien dan harga tetap terkendali,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *